KUDUS, Joglo Jateng – Kawasan Muria dengan beragam kekayaan dan potensi yang dimilikinya, berpeluang untuk menjadi global geopark and culture. Sebuah ruang terbuka di desa dengan Gedung pertunjukan, working space, ruang pameran seni hingga folktorium yang bisa dinikmati seluruh masyarakat.
Harapan tersebut terkemuka dalam Seminar Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) dalam agenda Muria Culture Camp 2023 di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (3/6).
Seminar ini sendiri diharapkan dapat memantik semangat para generasi muda di Kudus. Yakni untuk terlibat dalam eksplorasi potensi dan bersinergi dalam memajukan kebudayaan di Kawasan Muria.
Perwakilan Dirjen Kementerian Kebudayaan RI, Riris menyampaikan, kebudayaan di setiap daerah tentunya berbeda-beda. Menurutnya, hal itu mengikuti ciri khas wilayah dan sejarah yang membentuk kebudayaan itu sendiri.
“Kudus sangat kental dengan corak kebudayaan Islam, ini suatu kekuatan yang luar biasa. Uniknya, corak arsitektur dan pengetahuan baru yang dikenalkan kepada masyarakat, tidak meninggalkan apa yang sudah ada sebelumnya. Artinya, cara menghargai kebudayaan tinggi, seperti teknologi pembangunan masjid dan bagaimana masyarakat tidak makan daging sapi, ini warisan budaya dari dua tokoh wali di Kudus,” paparnya.
Sementara itu, Ketua KBPW Muchammad Zaini mengatakan, Muria khususnya Kudus merupakan kota kecil ada banyak potensi. Segala potensi itu, apabila disinergikan dengan modernitas dan teknologi akan menjadi wahana baru dalam menjaga kekayaan di Muria.
“Seperti cerita rakyat atau folklor yang belum banyak dieksplorasi dapat dialihwahanakan menjadi beragam karya seni, baik dua maupun tiga dimensi. Seni rupa, seni pertunjukan, hingga film menjadi alat baru dalam pewarisan budaya kepada generasi penerus,” ucapnya.
Kekayaan muria, cerita rakyat, folklor di Muria menurutnya perlu dijaga. Maka dari itu, pihaknya mencoba mensinergikan beberapa stakeholder, untuk menjaga cerita melalui ekspresi seni dan disinergikan dengan modernitas, teknologi dan film.
“Ada satu kalimat yang menjadi semangat komunitas kami untuk berkomitmen bersama membangun kebudayaan di Muria. Usaha kecil yang dibarengi dengan konsistensi dan dilakukan bersama-sama akan jadi luar biasa,” tandasnya. (sam/fat)












