YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Pendekar Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) meminta maaf kepada warga Yogyakarta, atas terjadinya tawuran yang dilakukan oleh pihaknya dengan Brajamusti. Ketua Cabang PSHT Bantul Tri Jaka Santosa mengungkapkan, pihaknya dan Brajamusti telah sepakat untuk berdamai. Menyusul kejadian penganiayaan di sebuah villa, daerah Parangtritis, Bantul yang melibatkan simpatisan kedua kelompok, Minggu (28/5) lalu.
Atas nama PSHT, Tri Jaka pun meminta maaf kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan masyarakat Yogyakarta atas kejadian tersebut. Lantaran, banyak masa yang berdatangan hingga sulit di kendalikan.
“Saya pertama minta maaf kepada Bapak Gubernur. Kedua kepada masyarakat Yogyakarta. Saya betul-betul minta maaf karena ini di luar kemampuan kami dan saya sudah berusaha membendung massa PSHT yang datang,” ucapnya, Senin (5/6/23).
Di sisi lain, Pengurus Biro Hukum Brajamusti, Baskara juga meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada rakyat Yogyakarta, PSHT, dan semua yang terdampak.
“Kami mengimbau kepada rekan-rekan Brajamusti untuk cooling down. Tetap tenang, tetap kita seduluran bersama PSHT,” ujarnya.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra mengatakan, dalam tawuran pada Minggu malam tersebut pihaknya mengevakuasi 352 orang. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya mengalami luka-luka.
“Sampai saat ini masih penyelidikan, belum ditentukan tersangka. Karena fokus kami menjaga Jogja kondusif dan aman,” demikian kata dia. (cr4/mg4)










