Buntut Kericuhan Tamansiswa, Pemkab Sleman Komitmen Jaga Kondusifitas

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa
DUDUK BERSAMA: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat memimpin FGD dengan Pengurus Cabang PSHT Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Sembada Kantor Setda Sleman, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Insiden kericuhan di wilayah Yogyakarta yang melibatkan simpatisan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Minggu (4/6) lalu mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga kondusifitas wilayah Bumi Sembada dengan memperkuat koordinasi. Focus Group Discussion (FGD) dengan Pengurus Cabang PSHT Sleman juga telah dilakukan sebagai langkah awal.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, pemkab bersama forkopimda beserta seluruh mitra berkomitmen untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya dengan memperkuat koordinasi. Ia sangat menyesalkan terjadinya konflik tersebut dan menghimbau semua pihak terkait untuk memperhatikan dan mematuhi pesan Sri Sultan Hamengkubuwana X.

“Pesan Sultan, kedepankan laku sareh, sabar, dan mawas diri serta senantiasa menggelorakan semangat bebrayan-paseduluran. Segala permasalahan maupun kesalah-pahaman dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat. Tentunya dengan dilandasi nilai-nilai dan prinsip musyawarah-mufakat,” katanya.

Komitmen yang sama juga disampaikan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PSHT Arie Sujito. Ia menuturkan, warga PSHT di Sleman pada khususnya dan DIY pada umumnya berkomitmen untuk menjaga kondusifitas wilayah. Serta menurunkan ketegangan yang terjadi saat ini.

“PSHT DIY telah secara resmi memohon maaf kepada seluruh masyarakat DIY atas insiden yang terjadi. Kami juga terus menghimbau warga PSHT dari luar DIY untuk tidak perlu datang ke DIY dan mempercayakan semua penyelesaian kasus kepada aparat yang berwenang,” jelasnya.

Arie Sujito menambahkan bahwa pihaknya akan mematuhi dawuh Ngarsa Dalem. Salah satunya untuk meredam situasi dan mengutamakan prinsip bebrayan-paseduluran.

Meskipun insiden kericuhan tidak terjadi di wilayah Sleman, namun upaya preemtif dan preventif telah dilakukan oleh aparat keamanan. Hal itu menjadi langkah antisipasi agar Bumi Sembada tetap ayem.

Kapolresta Sleman, AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, Sleman menjadi perlintasan utama akses menuju DIY. Maka pihaknya terus melakukan upaya preemtif dan preventif sebelum mengambil langkah represif dalam penanganan kejadian apapun.

“Langkah antisipasi perlu terus dilakukan. Kami mengapresiasi partisipasi aktif Warga PSHT Sleman yang senantiasa mendukung cipta kondisi wilayah yang aman dan tertib,” tutupnya. (cr5/mg4)