Disnaker Purbalingga Canangkan Inovasi OVO JtoJ

Delegasi dan Walikota Tono City melakukan Foto bersama Bupati Purbalingga
BERJEJER: Delegasi dan Walikota Tono City melakukan Foto bersama Bupati Purbalingga terkait Program OVO JtoJ, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Purbalingga mencanangkan inovasi One Village One Job to Japan (OVO JtoJ). Inovasi tersebut rencananya akan menempatkan tenaga kerja dari Purbalingga satu desa satu orang untuk kerja di Jepang.

Menurut Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Purbalingga Hasan Nurudin, kerja sama ini merupakan proses magang di Jepang. Di mana Wali Kota Tono City meminta secara khusus warga Purbalingga sebagai pesertanya.

“Di Purbalingga banyak sekali peluang kerja untuk wanita, tetapi untuk pria masih sangat jarang. Sehingga, inovasi ini ada dengan tujuan warga Purbalingga ke Jepang untuk mencari modal dan belajar alih teknologi. Kemudian setelah pulang ke Purbalingga, dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.

Rencananya, Bupati Purbalingga akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Wali Kota Tono City Jepang. Pada Februari 2023 kemarin, delegasi dari Tono City Jepang datang ke Purbalingga selama 4 hari.

“Mereka datang untuk menggali potensi tenaga kerja dan investasi di Purbalingga. Rencananya, September 2023 Bupati dan perwakilan Purbalingga akan melakukan kunjungan balik untuk menandatangani MoU tersebut,” terangnya.

Program ini akan dilakukan dengan menyosialisasikan kepada 5 unsur desa. Mulai dari Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua BPD, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Agama. Kemudian memilih satu warganya untuk mengikuti program tersebut. Setelahnya akan dilakukan pelatihan Bahasa dan kebudayaan.

“Perwakilan dari setiap desa tersebut dipersilahkan untuk membawa keluarganya ke Jepang. Untuk biaya pelatihan, ditanggung oleh APBD/APBDes. Sedangkan biaya keberangkatan, rencananya melalui perbankan KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang masih dimusyawarahkan dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” pungkasnya. (cr9/abd)