Kudus  

Edukasi Penanganan Stunting Lewat Kesenian

KESENIAN: Para pemain saat sedang mempertontonkan aksi keseniannya, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menggelar edukasi penanganan stunting lewat kesenian yang

dilakukan ke tiga tempat. Pertama, Dukuh Pranak Desa Lau pada Minggu (18/6/2023) kemarin. Lalu, Dukuh Madu, Cendono pada Selasa (20/6/2023) malam, dan Dukuh Piji Wetan, Lau, Dawe, Selasa (27/6/2023) pekan depan.

Diketahui, stunting yang terjadi pada bayi hingga anak balita di Indonesia menjadi satu permasalahan yang kompleks. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Mulai dari kekurangan gizi, kemiskinan, pola makan harian, hingga kondisi tempat tinggal.

Desa-desa di Kudus yang terdata, bahkan mempunyai kasus anak stunting cukup tinggi. Pemerintah dan masyarakat saling berkolaborasi dalam memberikan edukasi dan pencegahan stunting melalui sosialisasi atau seminar pada umumnya.

KBPW yang juga di support oleh FK Metra dan Diskominfo Kudus itu melakukan tour kampung atau pentas keliling dalam rangka memberikan edukasi yang menghibur tentang pencegahan stunting alias tengkes.

Kemudian hal ini dilihat oleh para pegiat kebudayaan bahwa untuk menunjukkan seni juga dapat menjadi pertunjukan, edukasi, hiburan, hingga upaya kolaborasi yang mendidik sekaligus menghibur.

Ketua Kampung Budaya Piji Wetan, Muchammad Zaini mengatakan, pentas naskah slamet stunting ini sengaja dibalut dalam pertunjukan rakyat dengan berbagai multidisiplin seni. Dan jug mengangkat tema-tema pertunjukan yang masih relevan dengan kehidupan warga sekitar.

“Pertunjukan ini memang basisnya kesenian rakyat, mulai dari tari, ketoprak dan performance art kita tampilkan ke warga sebagai hiburan yang mengedukasi,” katanya belum lama ini.

Dalam tour keliling desa, pihaknya akan menyesuaikan set lokasi, penontonnya dan pentasnya. Pentas masuk kampung ini diharapkan mendapat respons positif dan disambut baik oleh masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa menikmati dan terhibur dengan pertunjukan multidisiplin ini. Sekaligus terpantik untuk turut berperan dalam mencegah stunting di desanya,” pungkasnya. (cr12/fat)