Figur  

Komitmen Layani Masyarakat dengan Humanis

Mita Qurnia
Mita Qurnia. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SOSOK polisi wanita (polwan) pada insitusi kepolisian kini menjadi semakin penting. Bahkan keberadaan polwan dianggap menjadi penyempurna tugas pelayanan kepada masyarakat.

Bagaimana tidak, ada banyak peran Polwan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sosoknya yang lembut dan keibuan membuat polwan menjadi penyejuk dalam situasi tertentu.

Memiliki paras cantik, namun tetap tegap menjadi sebutan wanita yang berprofesi sebagai polwan. Seperti sosok Mita Qurnia (25), perempuan asal Jetis, Bantul yang bekerja sebagai polwan berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) dan berdinas di Polres Bantul sebagai Bamin Subbagwatpers Bag SDM Polres Bantul.

Kini dia tengah menikmati profesinya sebagai polisi sekaligus ibu rumah tangga. Wanita lulusan Bintara Polri 2018 ini mengaku sejak awal telah mempunyai prinsip untuk menjadi seorang polwan.

“Waktu itu saya berpikir pengen bekerja untuk kuliah dan bukan kuliah untuk kerja,” katanya, Selasa (4/7/23).

Mita, sapaan akrabnya, bercerita sejak SMA ia bercita-cita untuk menjadi Wanita Angkatan Udara (Wara). Namun, saat itu memiliki kendala dengan mata minusnya, yang akhirnya harus memupus mimpinya untuk mendaftar menjadi Wara.

Mimpi lain hadir keteka ia duduk dibangku SMA. Ia menerima informasi tentang penerimaan calon polisi wanita.

“Jadi saat itu, di polsek-polsek kekurangan Polwan Reskrim (Reserse Kriminal, Red.) untuk menangani kasus perlindungan perempuan dan anak atau PPA. Sehingga penerimaan 7.000 polwan dikhususkan untuk menangani kasus tersebut,” ungkapnya.

Setelah itu, minat Mita sebagai abdi negara semakin meningkat lagi. Dia pun memilih operasi mata lalu mendaftar. Sempat gagal, Mita tetap mendaftar lagi hingga akhirnya lolos.

Latihan fisik setahun penuh juga dilakoninya. Usahanya membuahkan hasil. Saat penerimaan, Mita mendapat nilai tertinggi.

Mita mengaku memilih menjadi Polwan saat image polisi negatif. Dia hanya ingin membuktikan, polisi tidak selalu negatif.

“Karena sebelum saya menjadi polisi, di mata saya polisi sangat bermanfaat atas kehadirannya di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, maupun pelayan masyarakat di kantor polisi,” terangnya.

Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki anak satu, Mita menjelaskan selain kesibukannya mengurus keluarga dan anak di rumah, dia juga ikut aktif berpartisipasi di masyarakat. Seperti ikut dalam kegiatan gotong royong dan sebagainya.

“Hal itu juga saya lakukan demi citra saya dan citra polisi itu tetap terkesan baik di masyarakat,” akunya.

Mita juga mendekati masyarakat dengan cara yang humanis. Salah satunya dengan memberikan salam sapa dan senyum kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa puas atas pelayanan maupun informasi yang telah polwan berikan.

“Hal itu saya lakukan agar ke depan Bhayangkara tetap dicintai dan dipercaya oleh masyarakat. Ke depan saya berharap agar Polri semakin tangguh, kuat, dan hebat untuk Indonesia,” pungkasnya. (bam/mg4)