Menilik Warung Ayam Geprek Pertama di Yogyakarta

Karyawan warung makan Bu Rum
SAJIKAN: Karyawan warung makan Bu Rum saat menyiapkan masakan kepada pelanggan, Kamis (27/7/23). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

AYAM geprek menjadi menu kuliner yang telah menjamur di seluruh pelosok Indonesia. Ide untuk menyajikan ayam goreng tepung yang kemudian di-gepuk bersama sambal ini pertama kali dicetuskan Ayam Geprek Bu Rum. Warung makan itu berada di Jalan Wulung Lor, Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Pemilik warung, Rumi melalui pegawainya Eko menjelaskan, rumah makan ini awalnya hanya merupakan warung biasa yang menyajikan menu rumahan. Kemudian pada 2003 ada salah satu mahasiswa langgananya meminta sambal yang ditambah ayam goreng tepung yang ditumbuk.

“Ternyata makanan itu enak hingga menyebar lewat mulut ke mulut dan banyak mahasiswa yang mulai memesan,” ungkapnya saat ditemui Joglo Jogja, Kamis (27/7/23).

SIAP DINIKMATI: Sajian ayam geprek Bu Rum dengan segelas es teh.

Sebelum diberi nama ayam geprek, banyak orang sering menyebut sajian itu dengan ayam tumbuk, gejrot, dan gepuk. Sampai akhirnya Rumi (pemilik warung) memberikan nama ayam geprek.

“Untuk menu ayam geprek ini terbuat dari bahan sederhana seperti cabai, bawang, garam, MSG, serta bisa ditambah tomat maupun terasi. Dan setiap harinya kami bisa menghabiskan ratusan potong ayam,” beber Eko.

Ia menambahkan, dan saat ini di Ayam Geprek Bu Rum itu juga menghadirkan berbagai variasi menunya seperti geprek original, geprek keju, geprek balado, geprek rendang, dan geprek sambel ijo. Supaya pembeli bisa merasakan berbagai cita rasa baru disini.

Untuk harga yang di tawarkan ini juga relatif murah. Yakni mualai dari Rp 14 ribu untuk geprek original dan geprek menu lain Rp 17 ribu. Disini juga ada gorengan tahu, tempe, dan terong dengan harga untuk satuannya Rp 1 ribu.

“Untuk gepreknya nantinya kita membebaskan berapa saja cabai yang di nginkan oleh pembeli, serta untuk nasi dan sayur yang dapat ambil sesuai porsi yang diinginkan,” ujar Eko.

Sampai saat ini sudah ada enam warung makan Bu Rum di Yogyakarta. Pengunjung bisa datang mulai pukul 08.00 hingga 20.00. (riz/mg4)