Lestarikan Bahasa Jawa dengan Lomba FTBI

lomba dongeng berbahasa Jawa di SDN Pekunden Semarang
PERCAYA DIRI: Salah satu peserta saat mengikuti lomba dongeng berbahasa Jawa di SDN Pekunden Semarang, Selasa (1/8/23). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menggelar kembali Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di SDN Pekunden Semarang. Lomba ini diadakan untuk melestarikan sekaligus mengembangkan minat bakat bahasa Jawa pada generasi muda. Khususnya tingkat siswa-siswi sekolah dasar (SD).

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdik Kota Semarang, Parinem mengungkapkan, lomba ini diikuti oleh 128 siswa dari 16 kecamatan se-Kota Semarang. Baik dari sekolah dasar negeri, maupun swasta. Adapun berbagai perlombaan yang diikuti mulai dari lomba pidato, mendongeng, menulis cerkak (cerita pendek), serta menulis dan membaca aksara Jawa.

“Lomba ini berjenjang mulai dari lomba tingkat sekolah, maju ke tingkat kecamatan. Lalu setelah mendapat juara 1 tiap cabang lomba, dia (siswa, Red.) akan maju ke tingkat kota dan yang terakhir maju ke tingkat provinsi sekitar bulan November nanti,” jelasnya, Selasa (1/8/23).

Dirinya menjelaskan, pada tahun 2022 lalu, Kota Semarang mendapatkan juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan cabang lomba mendongeng dan pidato. Berkat hal itu, Kota Semarang berhasil diberi kesempatan tampil di depan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.

Sementara itu salah satu peserta lomba dongeng asal SDN Lamper Kidul 02, Meliana Daniel Putri mengaku percaya diri saat menampilkan cerita dongengnya yang berjudul ‘Dumade ne Pleburan’. Hal itu lantaran, ia sudah sering tampil pada saat kelas pembiasaan dan di tempat umum.

“Alhamdulillah lancar (berbahasa Jawa, Red.) karena saya di rumah sering pakai bahasa Jawa ngoko sama ibu,” tuturnya.

Dirinya mengaku membutuhkan latihan kurang lebih tiga bulan. Selain latihan vokal dan pemahaman cerita dongeng dalam berbahasa Jawa, dirinya juga menyiapkan properti untuk mendukung suasana.

“Kalau untuk properti sendiri dibuat selama dua hari dengan diganti dengan Bu Ika (guru pembimbing, Red.). Bawanya ke sekolah pakai mobil pick up,” ujarnya. (cr7/mg4)