Damkar Kota Semarang Catat 118 Kasus Kebakaran selama Kemarau

Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Nurkholis
Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Nurkholis. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mencatat sebanyak 118 kasus kebakaran terjadi di wilayah ini selama musim kemarau. Berdasarkan data yang diterima Joglo Jateng, kasus kebakaran itu terjadi 3 bulan terakhir, pada Mei hingga Juli 2023.

Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Nurkholis mengukapkan, pada Juli lalu ada 33 kasus kebakaran yang mayoritas terjadi di wilayah yang memiliki rumput-rumput liar atau ilalang. Selain itu, juga pada lahan kosong yang tidak dimanfaatkan oleh warga.

“Mungkin bisa jadi sampah yang kering tidak ambil dan ilalang yang masih tebal dan mengering sehingga menjadi penyebab kebakaran. Begitu pula dengan yang diluar gedung perkantoran dan sebagainya yang memiliki banyak sampah kering,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Kamis (3/8/23).

Dengan adanya fenomena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk selalu rajin membersihkan sampah-sampah kering di lingkungan rumahnya masing-masing. Jika menemukan rumput yang kering segera disiram agar tidak mengering.

“Atau kalau ada sampah mengering segera di ambil paling tidak rumput itu paling gak disiram. Sehingga tidak mengering,” pesannya.

Terkait dengan kasus non pemadam kebakaran dari bulan Januari hingga Juli ini, Nurkholis  menyebut, ada sebanyak 185 kasus dengan kasus terbanyak pada pemusnahan sarang tawon. Paling banyak terjadi di Kecamatan Genuk, dan sisanya ada di Banyumanik, Tugu, Gunungpati, dan Mijen.

Kasus non pemadam lainnya yang sempat menggegerkan masyarakat Kota Semarang belum lama ini, kata Nurkholis, yaitu pelepasan cincin pada penis salah satu warga Demak. Kasus ini telah terjadi dua kali, pada satu orang yang sama.

“Alasannya dia sepertinya ada masalah kejiwaan. Tapi itu masih praduga saja,” tuturnya. (cr7/mg4)