Demak  

Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Gelar Sosialisasi di Desa Pamongan

SUASANA: Pemaparan materi dalam sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (14/8/2023). (FIRMAN MAULANA/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Mahasiswa Posko 113 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) ke-16 mengadakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini dengan tema Peran Orang Tua dalam Mencegah Pernikahan Dini di Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Senin (14/8/2023).

Acara tersebut dihadiri kurang lebih 50 ibu-ibu PKK Desa Pamongan.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Guntur, Muzammil hadir sebagai pembicara. Ia menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang dampak negatif pernikahan dini bagi anak-anak dan remaja.

“Pernikahan dini seringkali berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak, terbatasnya akses pendidikan, serta peningkatan risiko kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, acara semacam ini bisa diselenggarakan kembali atau dimasukkan ke program kerja PKK.

“Karena ini penting bagi masa depan anak-anak kita, terutama anak Desa Pamongan,” lanjut Muzammil.

Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo, Nur Aeni Ardianti menuturkan bahwa acara tersebut tidak hanya bertujuan untuk menambah wawasan, namun juga menciptakan kesadaran tentang pentingnya pencegahan pernikahan dini.

“Acara sosialisasi ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi ibu-ibu PKK Desa Pamongan, tetapi juga menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya mendukung pencegahan pernikahan dini dalam komunitas tersebut,” ucapnya

Ketua PKK Desa Pamongan, Sunarti turut mengapresiasi acara ini.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk mendidik ibu-ibu Desa Pamongan tentang peran krusial orang tua dalam mencegah pernikahan dini,” ujarnya.

Ia berharap agar kegiatan tersebut bermanfaat bagi ibu-ibu PKK Desa Pamongan.

“Semoga acara ini bermanfaat bagi para ibu PKK Desa Pamongan,” harapnya. (firman/mg4)