Pati  

Kader Demokrat Pati Rusak Baliho Bergambar Anies Baswedan

KESAL: Salah satu baliho yang bergambar Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan yang dirobek kader Demokrasi Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kader Partai Demokrat di Kabupaten Pati merusak sejumlah baliho bergambar Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan. Salah satu baliho yang dirusak berada di jalan dr. Susanto Pati.

Perusakan baliho tersebut bentuk kekecewaan para kader Demokrat Pati karena Anies Baswedan menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapresnya. Mengingat sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang digandang-gandang menjadi cawapres Anies.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Pati, Joni Kurnianto menyatakan dirinya tak memberikan instruksi untuk merusak baliho. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tersebut murni kekesalan dari para kader dengan keputusan sepihak dari NasDem dan Anies yang menggandeng Cak Imin.

Baca juga:  Terdakwa Pemalsuan Merek Cardinal Dituntut Hukuman Penjara 2 Tahun 6 Bulan

“Baliho yang ada di pinggir-pinggir dirusakin semua. Itu kekecewaan dari kader-kader kami yang mungkin berharap sudah dijanjikan bahwa Anies akan berpasangan dengan AHY. Itu kan kesepakatan bersama. Tiba-tiba ada yang masuk kemudian berpasangan dengan Cak Imin, itu diluar dugaan kita semua,” ucap Joni.

Joni mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap sikap NasDem dan Anies yang membuat keputusan sepihak. Yakni memilih Cak Imin sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan partai lainnya yang ada di dalam Koalisi Perubahan.

“Kita sudah menerima surat dari pak Sekjen, tentang kronologi kejadian dari awal sampai akhir. Kami menilai tidak ada etika politik dari Bapak Surya Paloh maupun dari NasDem yang memutuskan secara sepihak. Karena sudah dijelaskan ini koalisi bersama antara Partai Demokrat, Nasdem, dan PKS,” tegasnya.

Baca juga:  Usai Terbakar, SPBU Bangkalan Pati Dihentikan Sementara

Bahkan, pria yang menjabat Wakil Ketua l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati itu menilai manuver ini menunjukkan bahwa Anies tidak berkompeten. Mengingat Anies disebutnya sepakat dengan keputusan sepihak tersebut.

“Dengan kejadian seperti ini, apalagi Pak Anis Baswedan menerima, kami heran komitmen perubahan dan perbaikan kok dipatahkan dengan hal seperti ini. Sangat sepele sekali. Belum jadi presiden sudah tidak komitmen. Itu masyarakat bisa menilai sendiri,” pungkasnya. (lut/fat)