Kudus  

Museum Jenang Kudus Siapkan Kejutan di Akhir Tahun

KOLEKSI: Manajer Marketing Jenang Kudus Mubarok, M Kirom saat sedang menunjukkan wahana wisata edukasi terbaru di Museum Jenang, Rabu (6/9/23). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Museum Jenang Kudus saat ini sedang menyiapkan kejutan pada akhir 2023 untuk pelanggan yang berkunjung. Hal ini bertujuan menambah daya tarik wisatawan agar datang ke pusat oleh-oleh khas Kota Kretek tersebut.

Manajer Marketing Jenang Kudus Mubarok, M Kirom mengatakan, pihaknya telah memiliki ide yang baru untuk dimunculkan diakhir tahun nanti. Bahkan, sangat terbuka apabila ada masukan kembali atau inspirasi dari pengunjung terkait pengembangan.

“Kami sangat terbuka. Bahkan dapat inspirasi dalam pengembangan baik produk dan koleksi itu dari pengunjung. Jadi saran mereka sangat kita tunggu,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Rabu (6/9/23).

Baca juga:  Dinas PMD Kudus Ingatkan Tugas Pokja Prodeskel dalam Rapat Koordinasi

Pihaknya juga harus mampu melihat apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Sementara untuk 2023 ini, kondisi pengunjung sudah mulai kondusif. Pemulihan pasca pandemi juga sudah membaik. Hal itu sebagai sinyal positif bagi pelaku usaha.

“Termasuk kami di produsen makanan tradisional yang identik oleh oleh khas Kudus yaitu jenang. Perkembangannya cukup positif, terkadang juga terjadi fluktuasi. Namun itu sebuah hal yang wajar,” tuturnya.

Menurutnya produk oleh-oleh khas Kota Kretek tersebut hanya dicari di momen tertentu. Namun untuk lainnya, Museum Jenang juga memiliki sebuah wahana edukasi yang dikunjungi dari berbagai kalangan mulai anak hingga dewasa.

Baca juga:  Hari Pertama PPDB SMP, Orang Tua Antusias Konsultasi ke Sekolah

“Keberadaan Museum Jenang dengan mempromosikan via sosmed yang mana jangkauan informasi bisa diketahui oleh calon pengunjung dari berbagai kota,” tuturnya.

Hal ini pula, kata dia, yang membuat wisatawan penasaran dan ingin berkunjung sekaligus belanja oleh-oleh Kudus. Hal itu membuat jajarannya sangat termotivasi untuk mempromosikan segala aktivitas di museum. Artinya yang berkaitan dengan museum akan di ekpos semasif mungkin.

“Sebelumnya pernah ada beberapa even atau program yang membuat orang tertarik untuk berkunjung ke kami. Salah satunya saat HUT RI untuk pembelian tiket minimal 7 dapat 8. Itu sebagai partisipasi meriahkan HUT RI,” tukasnya.

Baca juga:  Memaknai Kurban sebagai Wujud Kehambaan dan Sarana Perkuat Iman

Dirinya menambahkan, terdapat pula wahana nainan tradisional baru anak-anak tempo dulu yang didukungt oleh alumni ISI Jogjakarta. Untuk permainannya yaitu, ketapel plintheng, yoyo, gasing, cethokan, bedhilan, congklak, bekel, mobilan, terbang, kelereng, jebretan.

“Salah ini wahana tersebut telah berjalan satu bulan,” pungkasnya. (cr12/fat)