BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul sedang berfokus melakukan tindakan pembenahan intensif. Hal ini dilakukan, sebagai upaya memperbaiki kondisi sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan,
Tindakan ini merupakan tanggapan terhadap berbagai masalah yang mengakibatkan kerusakan pada jembatan. Seperti usia yang sudah tua, beban kendaraan berlebihan, serta dampak dari bencana alam.
Kepala DPUPKP Bantul Aris Suharyanta mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap kondisi beberapa jembatan yang saat ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, kerusakan jembatan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk usia yang terlalu tua.
“Selain itu, beban kendaraan melebihi kapasitas yang diizinkan, dan dampak bencana alam. Itu menjadi faktor utama beberapa jembatan yang ada di Bantul mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, selama 2023 DPUPKP Bantul telah memulai pembenahan pada empat titik jembatan rusak yang tersebar di tiga kapanewon yang berbeda. Yakni Jembatan Dogongan dan Jembatan Giriloyo di Kapanewon Imogiri, Jembatan Jomegatan Kapanewon Kasihan dan jembatan Sanggrahan di Kapanewon Banguntapan.
“Progres pembenahan jembatan tersebut bervariasi. Beberapa proyek, seperti Jembatan Dogongan dan Jembatan Sanggrahan, mencapai sekitar 25-30 persen. Sedangkan, Jembatan Giriloyo sekitar 30 persen dan Jembatan Jomegatan sudah mencapai 75 persen,” imbuhnya.
Lebih lanjut, untuk pembenahan empat jembatan rusak ini diperlukan dana yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Namun, pihaknya tidak hanya berfokus pada pembenahan jembatan saat ini.
“Di 2024 mendatang, kami berencana untuk melakukan pembenahan jembatan rusak di beberapa lokasi lain. Seperti Jembatan Pucung Growong di Kapanewon Imogiri, Jembatan Sindet di Kapanewon Jetis, Jembatan Bantulan di Kapanewon Sanden, dan Jembatan Mriyan di Kapanewon Kretek,” tambahnya.
Untuk mendukung proyek-proyek pembenahan jembatan tahun mendatang, DPUPKP Bantul telah mengajukan anggaran sekitar Rp 6,167 miliar. “Karena bagaimanapun juga, jembatan ini merupakan sarana penting yang meghubungkan antar wilayah,” tandasnya.(cr11/sam)










