Angka Kemiskinan Kota Semarang Turun Jadi 4,23 Persen

DIPOTRET: Warga difoto oleh petugas sebelum menerima beras saat penyaluran bantuan pangan beras pemerintah tahap II di Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang, Kamis (21/9/2023). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pada Oktober 2023 ini, angka kemiskinan di Kota Semarang mengalami penurunan menjadi 4,23 persen. Dimana sebelumnya pada 2022 sebesar 4,25 persen. Angka tersebut berdasarkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Semarang yang dilakukan setiap Maret.

Kepala BPS Kota Semarang, Facruddin Tri Ubajani mengungkapkan, walaupun secara persentase angka kemiskinan turun, namun secara absolut (jumlah penduduk) di 2023 mengalami penambahan sebanyak 460 jiwa. Dimana saat ini menjadi 80.530 jiwa.

“Di tahun 2021 absolutnya 84.450 jiwa. Kemudian tahun 2022 itu 79.870 jiwa jadi turun menjadi 4.580,” jelasnya saat ditemui Joglo Jateng di Kantor BPS Kota Semarang, Senin (16/10/23).

Ia menambahkan, jika jumlah penduduk pergerakan turun, kenaikan penduduk miskin tidak setinggi kenaikan jumlah penduduk dari 2022 sampai 2023.  Meskipun naik, tapi jumlah itu masih dibatas toleransi kenaikan jumlah penduduk secara keseluruhan.

“Garis kemiskinan bervariasi. Tapi kalau dilihat tahun 2022 sekitar 0,56 persen namun di tahun 2023 menurun jadi 0,54 persen. Artinya rata-rata penduduk miskin semakin mengerucut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Heroe Soekandar mengatakan bahwa pihaknya merencanakan sebanyak 1.077 jiwa diberi bantuan permakanan selama 75 hari. Namun, bantuan tersebut akan dilakukan setelah menunggu perubahan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PBD) 2023.

“Mungkin (untuk bantuan permakanan) akhir bulan ini,” ujarnya. (cr7/mg4)