Kudus  

Puluhan Seniman Berkumpul, Kenang Mendiang Fahry Husaini

MENGENANG: Seniman Kudus tampil live painting dan pembacaan puisi Fahry Husaini, mendiang seniman Kudus di Kampung Budaya Piji Wetan, Sabtu (05/11) malam. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bertajuk Share in MemoRhy, puluhan seniman Kudus berkumpul mengenang mendiang Fahry Husaini. Ia adalah seniman, sastrawan muda, dan pegiat di Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) yang belum lama ini tutup usia. Tidak hanya mendoakan, para seniman dan masyarakat Piji ini menghadirkan beberapa performance art.

Ketua KBPW, M Zaini, mengungkapkan, momen ini merupakan keinginan para sahabat, keluarga, teman, dan seniman. Mereka ingin bersama-sama mengenang mendiang Fahry Husaini.

“Para tim KBPW sangat merasa kehilangan Rhy (sapaan akrab Fahry Husaini, Red.). Banyak sekali cita-cita dan rencana yang kita bangun bersama yang akan kita bangun. Di desa ini, khususnya,” ungkap Jessy, sapaan akrab M Zaini, pada Sabtu, (04/11/2023) malam.

Pada malam itu, kata dia, banyak elemen masyarakat ikut terlibat. Tak terkecuali pemural kudus. Di samping itu, Piji memang menjadi tempat titik kumpul bagi simpul-simpul para aktivis Kudus. Banyak hal yang diperbincangkan. Sebab, desa adalah satu komponen yang penting untuk merawat kebhinekaan.

“Kita tunjukkan kesederhanaan dengan hal baik. Sehingga banyak di luar sana yang menggambar ulang KBPW. Sebab di sini banyak potensi luar biasa. Maka banyak pula mimpi baik yang dibuat bersama,” bebernya.

Ia melanjutkan, perbincangan dengan Fahry seputar aktivasi desa memang belum selesai. Maka, kata dia, para tim hingga sahabat harus bisa melanjutkan keinginan dan mewujudkan cita-cita baiknya.

“Mari nguruti keinginan dan mewujudkan cita-citanya. Lebih lagi kalau hal itu bisa menjadi kebaikan yang bisa kita wujudkan. Melalui segala hal dan bidang masing-masing. Kalau kata Rhy, hidup itu harus berguna dan bermanfaat,” demikian kata Jessy. (cr8/mg4)