KUDUS, Joglo Jateng – Rumah Sakit Islam Sunan Kudus membuka klinik psikologi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59. Pasalnya, antusias masyarakat untuk melakukan konseling cukup tinggi. Baik dari seorang guru, pelajar,corang dewasa hingga nenek.
Psikolog RSI Sunan Kudus, Henny Indrawati Widyaningrum, mengaku antusias masyarakat untuk konsultasi cukup bagus. Sebab, kata dia, gerakan klinik psikologi ini harus sesekali dilakukan untuk membuka ruang konseling bagi mereka yang tidak tahu tempat bercerita.
“Rata-rata jika ada kecemasan dan ketakutan masih dipendam sendiri. Ini menjadikan bahanya psikis seseorang. Bisa muncul stress yang berlebihan. Maka, kesadaran untuk konseling harus digencarkan,” ungkapnya pada Minggu, (12/11/2023) kepada Joglo Jateng.
Diantara peserta, Henny menjelaskan beberapa hal yang dikonsultasikan. Mulai dari seorang guru yang merasa tertekan atas sistem zonasi sehingga punya rasa bersalah jika tidak bisa menjalankan keberhasilan pendidikan. Atau seorang nenek yang merasa bingung cara berkomunikasi dengan anaknya perihal pengasuhan cucunya.
“Ada pula pelajar yang mengaku merasa bosan sekali dalam bersekolah. Kasus ini, kan bisa kita lihat apakah pelajar ini di waktu kecil memiliki kegiatan yang kurang tepat. Ini juga peran orang tua,” jelasnya.
Dari banyaknya kasus kesehatan mental di kalangan remaja, Henny mengimbau agar para remaja dan orang di sekitarnya bisa memahami tugas mereka masing-masing sesuai dengan usianya. Sebab, ada masa di mana mereka mengalami peralihan dari masa anak-anak.
“Apakah harus dimanja di usia sekian apakah pula harus mandiri di usia sekian. Hingga tumbuh remaja anak memang harus didampingi. Sebab pertumbuhan fisik mereka otomatis memengaruhi perilaku kepribadiannya,” imbuhnya.
Ia terus berharap, agar edukasi kesehatan mental secara bersama-sama terus dilakukan. Dari berbagai pihak, Henny menekankan, yang turut berperan harus ikut membagikan ilmu konselingnya. Untuk mencegah dan mengurangi kasus yang berhubungan dengan kesehatan mental.
“Di Hari Kesehatan Nasional ini tentu harapannya kita akan tumbuh dan berkembang secara baik dan seimbang anatar psikis dan fisik. Tanpa disadari pemenuhan kebutuhan psikis belum terpenuhi dan tidak tampak. Ini bisa didukung edukasi, support lingkungan dan olahraga dengan mempertahankan kesehatan diri,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Divisi Marketing RSI Sunan Kudus, Susilowati, menyampaikan, pentingnya kesehatan mental yang terus digalakkan. Terutama untuk generasi muda sekarang yang sangat rentan terkena bullying.
“Kami pihak RSI mendapat undangan dari panitia HKN. Stand bazar kami menawarkan pemeriksaan kesehatan tensi dan konsultasi dengan psikolog,” paparnya.
Ia berharap, melalui HKN ke 59 ini, pelayanan kesehatan semakin mudah dan nyaman untuk seluruh masyarakat. Pihaknya mengaku, untuk mendukung harapan ini. Pihak RSI Sunan Kudus telah melakukan digitalisasi.
“Untuk mendukung layananan RSI sudah melakukan digitalisasi pelayaanan dan pendaftaran online. Jauh sebelumnya, kami sudah mengawali pendaftaran online. Termasuk elektronik rekam medis 100 persen menggunakan online. Sehingga masyarakat tidak menunggu lama,” bebernya. (cr8/fat)










