SEMARANG, Joglo Jateng – Memasuki musim penghujan, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksi sejumlah daerah berisiko mengalami bencana tanah longsor hingga angin kencang pada dua hari mendatang. Untuk itu ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap warga.
“Paling berpotensi bencana terutama di wilayah pegunungan memang hujannya sudah cukup intens, harap diwaspadai potensi tanah longsor, karena sudah besar potensinya dan sudah terjadi kemarin di sekitar Banyumas sampai menghambat perjalanan kereta,” ujar Winda Ratri, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani ditemui di kantornya, Selasa (5/12).
Selain potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang, pihaknya juga memprediksi dampak seperti genangan air, pohon tumbang, sambaran petir yang tak kalah penting untuk diwaspadai.
“Di pegunungan ada potensi banjir juga, tapi risiko tanah longsor lebih besar dari yang lain. Sementara Jateng bagian timur dan sebagian pantura, apalagi di pantura tidak hanya hujan lebat tapi juga rob, juga turut mempengaruhi pontensi banjir juga di sana,” imbuhnya.
Sehingga pihaknya menyimpulkan banjir dan longsor rawan terjadi di wilayah pegunungan. Sedangkan, Jateng bagian timur, sebagian pantura dan pantura sisi selatan itu lebih berpotensi banjir.
“Kemudian angin kencang sebenarnya menyertai hujan lebar atau mendahului. Jadi wilayah yang berpotensi hujan lebat juga berponetsi angin kencang,” tuturnya.
Pihaknya menjelaskan, prediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bakal mengguyur sekitar pegunungan tengah. Yakni sekitar Cilacap, Banyumas, Banjanergara, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, serta sebagian pantura sisi selatan.
“Jadi memang wilayah pegunungan, sekitar wilayah Kajen, Pekalongan bagian selatan, Pemalang bagian selatan sekitar Slawi, Bumiayu. Serta Kendal bagian selatan sekitar Boja, Limbangan, dan Batang bagian selatan. Lalu sebagian Jateng wilayah timur, seperti Groboban, sebagian Sragen, dan Blora. Termasuk sebagian pantura tapi tidak merata, Semarang dan Demak misalnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan memantau kondisi cuaca, prakiraan cuaca, atau informasi cuaca dari BMKG.
“Misalkan terjadi intensitas hujan lebat apalagi berhari-hari dan jika memang berada di daerah tebing-tebing atau memang yang rawan longsor, harap tetap waspada dan berhati-hati. Lalu harap membersihkan gorong-gorong, saluran air itu bisa turut membantu, jadi ketika hujan turun aliran airnya bisa mengalir jadi potensi banjirnya bisa dikurangi,” lanjutnya.
Kemudian untuk mengantisipasi dampak angin kencang atau puting beliung, pihaknya mengimbau masyarakat yang sedang melakukan perjalanan untuk memilih jalur yang aman. Sehingga dapat terhindar dari pohon tumbang atau baliho rubuh.
“Untuk pemilik baliho harap meningkatkan kualitasnya, mungkin mengganti baliho yang sudah berpotensi tidak kuat ketika diterpa angin. Kalau untuk pohon mungkin bisa dipangkas agar tidak tumbang ketika anginnya kencang,” tandasnya. (luk/gih)










