Oleh: Florence Oktora Italiana
Guru IPS SMP N 2 Kutasari, Kab. Purbalingga
KEBERHASILAN dalam proses pembelajaran dapat diukur dari keberhasilan murid yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Yaitu dari tingkat pemahaman, penguasaan materi, serta prestasi belajar murid.
Namun fakta di lapangan menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran di kelas masih didominasi oleh ceramah dari guru dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Sehingga hasil belajar murid tergolong masih rendah. Oleh karena itu, guru harus bisa menerapkan model pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik karena sesuai dengan kebutuhan murid. Dengan model pembelajaran yang tepat, diharapkan hasil belajar akan meningkat.
Menurut Tomlinson dalam bukunya How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom, pembelajaran berdiferensiasi adalah merupakan upaya yang dilakukan oleh guru dengan menyesuaikan proses pembelajaran di kelas. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.
Mulbar juga menjelaskan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik. Karena peserta didik berperan aktif dalam membentuk pengetahuannya sendiri sehingga berpengaruh pula pada peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik.
Bagi Dimyati dan Mujiyono (2009), hasil belajar adalah perihal yang bisa dipandang dari dua sisi yaitu dari sisi murid dan guru. Dari sisi murid, hasil belajar ialah tingkatan pertumbuhan mental yang lebih baik apabila dibandingkan saat sebelum belajar.
Menurut Andini (2016), pembelajaran diferensiasi itu dapat menggunakan berbagai pendekatan (multiple approach) dalam hal konten, proses, maupun produk. Konten berhubungan dengan apa yang akan murid-murid ketahui, pahami, dan yang akan dipelajari dalam pembelajaran. Dalam hal ini guru akan memodifikasi bagaimana setiap murid akan mempelajari suatu topik materi pembelajaran.
Proses adalah aktivitas murid dalam mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan didasarkan pada konten yang akan dipelajari. Aktivitas pembelajaran akan dikatakan efektif apabila berdasarkan pada tingkat pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan murid. Produk adalah sebuah bukti tentang apa yang sudah murid pelajari dan pahami dalam pembelajaran lalu mendemostrasikan atau mengaplikasikan mengenai apa yang sudah mereka pahami.
Pembelajaran berdiferensiasi pada proses membahas tentang bagaimana pengetahuan dipelajari dengan menjawab kebutuhan murid. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengaplikasikan berbagai metode pembelajaran.
Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah Discovery Learning. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang memiliki rangkaian kegiatan memahami konsep, arti, dan hubungan melalui suatu proses intuitif untuk akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan.
Proses Discovery ini terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk dapat menemukan beberapa konsep dan prinsip. Berikut adalah langkah kegiatan model pembelajaran Discovery Learning. Yaitu pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection), pengolahan data (data processing). Kemudian pembuktian (verification), serta menarik simpulan/generalisasi (generalization).
Berdasarkan bahasan di atas dapat dimaknai bahwa strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi adalah melalui diferensiasi konten dan proses. Model pembelajaran yang digunakan adalah Discovery Learning. Dari startegi tersebut penulis membuat akronim menjadi pembelajaran berdiferensiasi ‘Onpro Discoar’.
Berdasarkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi ‘Onpro Discoar’ yang dilakukan melalui langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi dalam hal konten dan proses serta model pembelajaran Discovery Learning, hasil belajar murid mengalami peningkatan. Dibuktikan pada hasil tes belajar murid sebelum dan setelah penerapan begitu juga rata-rata hasil belajarnya.
Pembelajaran ini dilakukan melalui keragaman konten tulisan, gambar, dan audio visual serta proses berlajar yang bervariasi yaitu individual dan kelompok ini melalui tahapan Discovery Learning. Yaitu pemberian rangsangan (stimulation), pernyataan/identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection). Kemudian pengolahan data (data processing), pembuktian (verification), dan menarik simpulan/generalisasi (generalization). (*)








