KUDUS, Joglo Jateng – Puluhan siswa SD Negeri 1 Barongan menggunakan pakaian adat nampak berbaris rapi dalam Kirab Tebokan Jenang, akhir pekan lalu. Salah satu dari siswa juga turut membacakan Teater Asal Usul Barongan. Rangkaian penampilan tradisi oleh siswa ini merupakan bagian dalam Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
Mengambil tema Kearifan Lokal, terdapat 16 stan yang dipersembahkan dalam acara gelar karya ini. Selain pameran stan, SD 1 Barongan juga menampilkan Tari Gusjigang dan Tari Nusantara para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada turut hadir membuka acara. Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Gelar Karya P5 di SD Negeri Barongan.
“Sangat meriah sekali. Ini adalah produk anak-anak yang luar biasa. Kolaborasi sekolah dan orang tua juga terllihat dalam stan yang dihadirkan,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan adanya kurikulum merdeka yang telah diterapkan di sekolah ini. Sebab, kurikulum ini bisa memberikan ruang kepada anak untuk mengekspresikan potensi yang dimilikinya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Barongan, Rizky Oktavian Saputra menyebutkan, pengangkatan tema kearifan lokal ini bertujuan mengenalkan potensi Kudus dengan ragam kebinekaannya. Selain banyaknya ragam tradisi kesenian, siswa juga diajak untuk melihat nilai toleransi di Kudus.
“SD N 1 Barongan memiliki tag line cerdas berkarakter. Maka, tag line ini tidak hanya sekadar ucapan. Kita juga megenalkan nilai toleransi dengan adanya masjid klenteng berjejeran. Kita realisasikan melalui gelaran P5 ini,” ujarnya,
Lebih lanjut Rizky menjelaskan, total ada 16 stan yang turut meramaikan Gelar Karya di SD Negeri 1 Barongan ini. Dimana, 8 stan diantaranya merupakan stan kelas.
“Sementara lainnya merupakan stan dari wali murid serta masyarakat sekitar yang ikut meramaikan acara Gelar Karya P5 di SD Negeri 1 Barongan ini. Mayoritas produk yang disuguhkan yakni macam kuliner,” jelasnya.
Meskipun gelar karya ini diperuntukkan bagi empat kelas tersebut, namun semua siswa dilibatkan dalam agenda kali ini. Dimana ada sebanyak 360 siswa yang ikut meramaikan.
“Harapannya pelaksanaan P5 ini bisa menanamkan kecintaan mereka pada Kabupaten Kudus. Sesuai dengan tema mengenal Kudus dalam Kebinekaan. Sehingga mereka para siswa juga siap bersaing di dunia global lebih lagi banyak siswa yang sudah memiliki bakat di bidangnya masingn-masing,” harapnya.
Salah satu orang tua wali siswa, Reniandita, turut senang bisa memeriahkan agenda P5. Dia bersama wali murid lainnya mengaku memamerkan karya siswa dalam stan. Diantaranya widaran, keciput, minuman kunir asam, sirup parijoto, dan jumputan.
“Tidak hanya berkarya. Tetapi kami para orang tua bisa melihat anak-anak semakin mengenal keragaman budaya di Kota Kudus,” pungkasnya. (cr8/fat)










