BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengonfirmasi adanya tujuh pasien baru yang terserang Covid-19. Dari keseluruhan pasien tersebut telah mengikuti prosedur isolasi mandiri (Isoman) sesuai arahan.
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit, untuk siaga menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini dilakukan dengan adanya penambahan ruangan isolasi.
“Langkah antisipatif ini diambil mengingat adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa lokasi di luar Bantul. Kasus tersebut juga terpantau di wilayah Bantul, dengan tujuh orang yang telah terpapar dan sedang menjalani isoman,” ungkapnya.
Pihaknya menyatakan, kasus ini biasanya terdeteksi melalui skrining pada pasien yang akan melahirkan atau persiapan operasi. Namun, yang menarik perhatian adalah pasien positif Covid-19 ini tidak menunjukkan gejala.
“Maka dari itu, isolasi dapat dilakukan di rumah saja. Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan mengurangi kontak dengan orang lain saya rasa sudah cukup,” imbuhnya.
Lebih lanjut, tujuh pasien tersebut terdeteksi pada rentan waktu yang berbeda. Awalnya, pihaknya hanya menerima tiga pasien diawal. Namun, ketika ditelusuri lebih lanjut mendapati tujuh orang yang terpapar Covid-19.
“Ketujuh orang yang terpapar ini mulai terdeteksi sejak 4-11 Desember 2023 dan tersebar di berbagai lokasi di Bantul. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalani perilaku hidup sehat agar terhindari dari paparan virus,” tandasnya.(cr11/sam)










