Dispar Prediksi 60-90 Ton Sampah Membanjiri Bantul

BERSIHKAN: Petugas Dinas Pariwisata Bantul sedang membersihkan sampah di Pantai Baru, Selasa (26/12/23). (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul memprediksi akan ada 60-90 ton sampah kiriman yang akan membanjiri pantai, jika terjadi curah hujan cukup tinggi. Hal itu disebabkan sampah yang terbawa oleh aliran sungai dari arah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, bermuara di Pantai Selatan, Bantul.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan, penumpukan sampah ini akan terjadi di saat curah hujan tinggi dan berlangsung satu sampai dua hari. Untuk itu, pihaknya berharap semoga hujan tidak terjadi di saat Libur Tahun Baru.

“Ada kemungkinan di akhir tahun curah hujan cukup tinggi, sehingga akan terjadi penumpukan sampah di laut atau pantai yang terbawa arus sungai. Mulai dari Sleman, Kota Yogyakarta dan berakhir di Bantul,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah sampah ini terjadi saat pertama atau di awal musim hujan. Sehingga menyebabkan intensitas penumpukan sampah cenderung besar dan membutuhkan waktu sekitar dua pekan baru bisa diselesaikan.

“Karena secara kalkulasi, tenaga kebersihan Dispar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak mencukupi untuk mengevakuasi sampah dalam waktu cepat. Namun, mudah-mudahan, hujan terjadi setelah tahun baru, sehingga bisa dipastikan pantai di Bantul bersih sampah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan untuk sampah yang ditimbulkan oleh lonjakan wisatawan sejauh ini masih bisa ditangani. “Yang sulit ditangani hanya sampah yang dikirim dari sungai,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada wisatawan agar senantiasa berhati-hati saat merayakan liburan Tahun Baru. Dikarenakan di beberapa titik destinasi wisata di Bantul berada di area pegunungan dan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

“Karena beberapa lokasi berada di pegunungan, ada kemungkinan rawan terjadi longsor. Lalu di Pantai Selatan, 2023 ini telah terjadi beberapa kali kecelakaan laut dan telah memakan dua korban jiwa, harapan kami ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.(cr13/sam)