Kudus  

Kenalkan Anak Pendidikan Berbasis Budaya

EDUKASI: Tampak beberapa anak sedang serius mengamati penjelasan dari Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW), beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng  – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) akan mengadakan Festival Dolanan Anak, Kamis (28/12). Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Dolanan KBPW.

Beragam lomba digelar dalam rangka mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Festival ini berisi lomba-lomba dolanan tradisional seperti estafet egrang, gobak sodor hingga dino boi.

Koordinator Festival Dolanan Anak, M Ulul Azmi menyampaikan, agenda tersebut dimaksud untuk mengisi waktu liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kepada anak-anak. Rencananya akan ada hadiah menarik dan alat-alat dolanan tradisional disediakan.

“Festival tersebut rencananya akan ada hadiah menarik untuk mereka. Berupa alat dolanan khas tempo dulu,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

Ia menyebut, festival ini juga sebagai upaya pendidikan karakter dan pengenalan anak terhadap budaya di sekitar. Permainan tradisional, bisa menjadi sarana anak untuk melatih kekompakan, rasa percaya diri dan kerjasama hingga interaksi sosial.

Sesuai dengan harapan dari Kemendikbud, pendidikan yang baik merupakan pendidikan berbasis budaya. Harapannya, festival dolanan anak ini dapat menjadi cara menerapkan pendidikan berbasis budaya di Kampung Budaya Piji Wetan.

“Pendidikan yang mengajak anak belajar, berbudaya dan ikut melestarikan permainan tradisional yang hampir punah,” imbuhnya.

Azmi menyebutkan, perkembangan teknologi memengaruhi bagaimana cara belajar anak. Saat ini, kata dia, banyak anak-anak yang lebih tertarik bermain gadget darimana bermain permainan tradisional di lapangan.

“Ini juga sebagai salah satu trik menghindari supaya anak tidak kecanduan gadget, mereka bisa leluasa bermain secara real dan berdampak baik pada tumbuh kembangnya,” pungkasnya. (adm/fat)