PATI, Joglo Jateng – Lulusan SMA dan sarjana di Kabupaten Pati lebih banyak menganggur ketimbang lulusan SD maupun SMP. Hal tersebut berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pati.
Persentase pengangguran lulusan tingkat SMA dan sederajat lebih dari 7,6 persen. Sementara pengangguran sarjana mencapai 7,55 persen pada 2023 ini.
“Berbicara tingkat pengangguran terbuka, menurut pendidikan justru tertinggi di SMA. Bahkan sarjana sampai 7,55 persen,” ujar Kepala BPS Pati, Bob Setiabudi, beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan, persentase pengangguran lulusan SD maupun SMP tergolong kecil. Yakni tingkat pengangguran terbuka SD hanya 1,12 persen, sementara SMP sebesar 6,25 persen.
Menurutnya, perbedaan tingkat pengangguran pada lulusan SD lantaran mereka tidak terlalu memilih jenis pekerjaan. Sebab, kata dia, lulusan sarjana lebih memilih jenis pekerjaan tertentu.
“Lulusan SD saja macul mau, parkir mau. Lulusan sarjana, kalau dia tukang parkir gengsi. Untuk pekerjaan pilih-pilih. Makanya dia termasuk pengangguran tertinggi,” bebernya.
Lebih lanjutnya, persentase pengangguran di Bumi Mina Tani ini lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Tingkat pengangguran terbuka perempuan mencapai 4,5 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka laki-laki hanya 4,15 persen.
“Perempuan lebih banyak nganggur. Artinya gambarannya perempuan jarang kemana-mana,” pungkasnya. (lut/fat)










