Figur  

Percaya Diri Jadi Kunci Sukses Nanda Annisakdiyah Menjadi Penyiar Radio

Nanda Annisakdiyah
Nanda Annisakdiyah. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SANGAT penting bagi penyiar radio untuk menekankan kepercayaan diri saat bekerja. Hal itu disadari oleh Nanda Annisakdiyah (22). Ia adalah mahasiswi semester 7 jurusan akuntansi di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Sekaligus menjadi penyiar radio di Gaul FM sejak akhir tahun 2021 hingga saat ini.

Awalnya, ia mengaku tidak mengetahui hal-hal seputar radio. Kemantapannya untuk belajar didorong oleh sang mentor yang meyakinakannya, bahwa untuk menjadi seorang penyiar tidak harus memiliki suara yang bagus. Namun yang terpenting adalah rasa percaya diri.

“Karena suara yang bagus belum tentu bisa siaran. Yang penting berani dan terus mencoba. Kalau ada kesempatan ambil saja,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (8/1/24).

Perempuan kelahiran 16 Juli 2001 itu mengaku sempat mengalami hambatan selama menjadi penyiar radio. Sebab, jadwal kuliah dan pekerjaan sambilannya sebagai penyiar dan MC seringkali bertabrakan. Dirinya juga jarang memiliki waktu bersama keluarga di Kabupaten Demak.

“Meski begitu lama kelamaan ada manajemen waktu yang baik dan mulai tertata,” kata dia.

Kedua orang tuanya sangat mendukung keputusan yang diambil ketika ia ingin menjadi penyiar radio. Menurut mereka, apapun yang Nanda lakukan itu adalah tanggung jawab yang harus dipegang.

Sebelum menjadi penyiar radio, ia sempat mengikuti rekrutmen menjadi MC di acara wisuda kampus saat semester awal. Keinginannya menjadi pemandu acara di event kampus lainnya pun berlanjut.

“Setelah itu ada pandemi covid-19 langsung balik kampung. Disitu ada tawaran yang belum bisa ambil. Pas mau mulai masuk (kuliah dengan tatap muka, Red.) ada rekrutmen (penyiar radio part time, Red.) di Gaul FM di tahun 2021 akhir sampai sekarang. Iseng-iseng buat nambah pengalaman dan terus belajar,” jelasnya.

Hal yang ia sukai saat menjadi penyiar radio, yakni dirinya bisa ikut serta menjadi tim media di beberapa lokasi dan berbincang dengan para narasumber. Selain itu, Nanda juga bisa menyalurkan keluh kesahnya selama siaran.

“Apalagi ada beberapa program radio kita seperti Menjadi Ibu Peri, aku bisa belajar lebih, meluapkan isi hatiku. Jadi enak aja. Kalau mau ninggalin (pekerjaan penyiar radio, Red.) agak susah. Setelah lulus pun, aku belum kepikiran akan pindah stasiun radio mana. Berharapnya mendapatkan pekerjaan yang mumpuni sesuai bidang saya,” ungkapnya gadis yang memiliki nama panggung Nanda Dara itu.

Menurut dia, semua hal yang menjadi lebih mudah dijalani saat memiliki skill public speaking. Sebab, potensi itu akan sangat dibutuhkan di dunia kerja. Tidak kecuali dalam bidang akuntansi.

“Saat masuk di Gaul FM banyak orang tahu kalau saya ada bakat di public speaking. Dan saya tidak menyesal memilih dua bidang (yang berbeda, Red.). Yang mana bisa saya kuasai setelah lulus nanti,” ungkapnya. (cr7/mg4)