PEMALANG memiliki segudang kuliner legendaris yang tersebar di beberapa wilayahnya. Salah satu kuliner yang telah melegenda yakni botok setan khas Comal yang namanya telah kondang hingga ke luar kota.
Botok setan merupakan makanan yang sajiannya terdiri dari tahu, tempe gembus, jagung muda, serta balutan kuah santan yang pedas. Cita rasa pedas inilah yang menjadi asal kata ‘setan’ disematkan pada kuliner tersebut.
Di daerah asalnya, Desa Purwoharjo, Kecamatan Comal, terdapat dua warung terkenal yang menjual Botok Setan. Yaitu warung Botok Setan Jembatan Merah dan warung Botok Setan Mbah Isah yang menurut pengakuan pemiliknya telah buka semenjak masa Kolonial.
Sekilas tampilan dari botok setan ini mirip seperti sayur lodeh. Meski begitu, rasanya jauh berbeda. Sensasi pedas dari cabai rawit berpadu dengan rasa manis jadi rasa otentik botok setan. Kenikmatan akan bertambah apabila disantap bersama kerupuk usek.
Botok Setan Mbah Isah dijual dengan harga Rp 7 ribu per porsinya, sementara di warung Botok Setan Jembatan Merah hanya Rp 6 ribu. Faizah selaku pemilik warung mengaku, bila sedang ramai botok setan buatannya laku hingga menghabiskan 6 panci besar.

Meski Botok Setan mulanya terkenal karena cita rasa pedas yang luar biasa, namun botok setan buatan Faizah menerapkan toleransi terhadap lidah pelanggan yang tidak semuanya kuat dengan pedas. Maka dari itu dirinya mengatur level kepedasannya sesuai selera pelanggan.
“Disebut Botok Setan karena pedasnya luar biasa. Tapi kadang kan gak semua orang kuat dengan itu. Makanya level pedas dari sedang, pedas, sampai yang gak pedas,” tuturnya.
Berbeda dari Botok Setan Mbah Isah yang hanya buka pukul 08.00 hingga pukul 12.00, warung Botok Jembatan Merah memiliki jam buka yang lebih panjang. Yakni mulai pukul 08.00 hingga 15.30 setiap harinya. Tak hanya botok, warung ini juga menjual siomay dan kolak yang dapat menjadi penawar rasa pedas.
Fitri salah satu pelanggan Botok Setan mengaku terkejut ketika pertama kali mencoba kuliner legenda ini. Awalnya, ia mengira cita rasa botok setan akan sama seperti sayur tahu pada umumnya. Namun ternyata jauh berbeda.
“Ini pertama kali coba karena viral kan di medsos. Tapi gak menyangka sih rasanya lebih enak dari perkiraan. Ditambah dasarnya saya suka pedas. Jadi makin cocok lah,” ujarnya. (cr9/mg4)










