Bupati Pemalang Minta Kepala Sekolah Tancap Gas

PAPARAN: Mansur Hidayat Bupati Pemalang saat memberi motivasi kepada 63 Kepala Sekolah SMP baru di wilayahnya, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Sebanyak 63 Kepala Satuan Pendidikan setingkat SMP mengikuti pembinaan dan pembekalan di Aula SMPN 2 Pemalang, Selasa (23/1/24). Bupati Pemalang yang hadir secara pribadi pada acara tersebut, memberikan perintah agar mereka langsung tancap gas bekerja memajukan pendidikan di Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, kepala sekolah merupakan garda terdepan dalam penentuan arah pendidikan di masing-masing sekolah. Di mana mereka mempunyai wewenang untuk membuat PBD (Perencanaan Berbasis Data) yang mengacu pada rapor pendidikan dan menjadi kebijakan dari menteri pendidikan.

Baca juga:  Mansur Optimis Diusung 3 Partai Pemenang Pemilu

“Silakan berlomba-lomba memajukan pendidikan di masing-masing sekolah. Saya kira waktu sepekan setelah pelantikan kemarin sudah cukup memberikan waktu untuk mengenal lingkungan sekolah. Jadi mohon bisa langsung tancap gas laksanakan tugas kalian,” tegasnya.

Ia menuturkan, Kabupaten Pemalang masih punya PR besar dalam penanganan pendidikan. Hal ini terlihat dalam data Indeks pembangunan manusia (IPM) dan angka lama sekolah di Pemalang yang masih rendah, bahkan masih banyak anak tidak sekolah (ATS) di Pemalang. Dengan pembaruan formasi kepala sekolah di Pemalang, diharapkan mampu mengatasi semua permasalahan tersebut.

Baca juga:  Dukung UMKM, Dewan Dorong OPD Laksanakan Sobat Ikan

Lebih lanjut, ia meminta mereka tidak memandang penempatannya di sekolah favorit atau tidak. Menurutnya, ini menjadi sebuah tantangan bagi setiap individu yang terpilih untuk mampu memajukan dan bersaing dengan sekolah mereka masing-masing, untuk mencerdaskan anak muda di Pemalang.

“Penempatan masing-masing kepala sekolah tidak berpengaruh pada kinerja mereka, ini jadi tantangan untuk mampu memajukan sekolah dan bersaing dengan lainnya. Bukan hanya soal favorit atau tidak, tapi bagaimana manajemen yang baik untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Pemalang,” imbuhnya. (fan/abd)