Kudus  

Tekan Produksi Sampah melalui Pemaksimalan TPS 3R

SELEKSI: Seorang ibu-ibu sedang melakukan pemilahan sampah di salah satu bank sampah di Kudus, beberapa waktu lalu. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) terus berupaya menekan produksi sampah dengan pemaksimalan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi sampah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo.

Kepala Dinas PKPLH Kudus Abdul Halil melalui Kabid Pengelolaan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau, Heri Muryanto terus berupaya menekan pengelolaan sampah di 2024. Dengan cara, memberikan edukasi kepada warga terkait pemilahan sampah dari rumah.

Termasuk memaksimalkan TPS 3R yang ada. Sehingga sampah yang dibawa ke TPA berkurang.

“Untuk itu, ada daerah Desa Kedungdowo, desa Menawan yang sudah menerapkan TPS 3R. Ada juga Desa Sidorekso yang mengelola plastik menjadi BBM. Informasi dari kades  berkat hal itu bahan baku sampah berkurang,” ungkapnya kepada Joglo Jateng.

HIASAN: Tampak salah seorang anggota bank sampah di Kudus sedang menunjukkan hasil olahan sampah menjadi bahan bernilai ekonomi, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

Menurutnya, untuk produksi sampah yang di Kabupaten Kudus perharinya kurang lebih 426 ton. Hasil tersebut bisa dikalikan dengan jumlah penduduk dengan produksi sampah tersebut. Setiap harinya pun rumah tangga memproduksi sampah 0,5 kg.

“Dengan adanya bank sampah di Kudus sejujurnya juga sangat terbantu. Edukasi tentang pemilahan sampah kepada warga juga terbantu. Karena itu dapat mengurangi sampah yang dibawa ke TPA,” tuturnya.

Adapula, kata dia, sampah non organik, kardus botol plastik juga bisa dimanfaatkan lagi. Kalau sampah organik dibawa ke Djarum. Hanya saja, yang dibawa ke TPA sampah residu yang tak bisa diolah dan tak terpakai.

“Untuk saat ini sampah paling dominan di Kudus itu sampah plastik. Kita akui banyak sekali,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Tanjungrejo Eko Warsito mengatakan, untuk Kota Kretek dalam penerimaan sampah telah menampung 129 ton perhari. Hampir ribuan jika dihitung dalam tahunan.

“Dominasi paling banyak yang masuk di TPA itu sampah dari pasar-pasar,” pungkasnya. (adm/fat)