SEMARANG, Joglo Jateng – Peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah berlangsung khidmat dan berjalan dengan suasana yang sangat cair di Aula Dinas Sosial Jateng, Selasa (6/2). Pasalnya pengajian yang diisi oleh Ustadz Fachrur Rozi dari UIN Walisongo Semarang itu diselingi dengan lelucon dalam menyampaikan pesan-pesan dan makna dari peringatan Isra’ Mi’raj itu sendiri.
Dalam kegiatan itu, dihadiri pula oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jateng Ema Rachmawati, Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur dan seluruh jajaran ASN Dinsos Jateng. Peringatan tersebut dilaksanakan secara daring dan luring yang diikuti seluruh UPT Dinsos yang ada di wilayah Semarang dan sekitarnya secara luring, serta secara daring oleh seluruh UPT dan Panti di bawah naungan Dinsos Jateng.
Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur menuturkan, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW dalam mendapatkan perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Pihaknya juga menekankan kepada seluruh jajarannya untuk menerapkan filosofi salat ke dalam kehidupan duniawi, khususnya dalam mengemban amanah sebagai ASN di Dinas Sosial Jateng.
“Menjaga kedisplinan dalam salat ini diwujudkan dengan menjalankannya tepat pada waktunya. Serta dapat diterapkan dalam kehidupan kerja kita,” terangnya saat memberikan sambutan di Aula Dinsos Jateng, Selasa (6/2).
Lanjutnya, ia berharap, seluruh ASN dan non ASN yang ada di Dinsos Jateng berjumlah 991 pegawai itu dapat menjaga integritasnya. Termasuk harapannya ada kebijakan pemerintah yang dapat mengangkat pegawai non ASN, minimal menjadi PPPK.
Imam mengatakan, Dinsos Jateng yang saat ini mengelola 27 panti dan 29 rumah pelayanan ini, SDM nya sangat terbatas. Sehingga kedepannya untuk Dinsos Sendiri bisa memperoleh tambahan SDM dari kebijakan rekrutmen ASN maupun PPPK.
“Saat ini di panti kami satu orang, bisa mendampingi sampai 10 penerima manfaat. Jadi SDM kami akan keberatan jika yang didampingi itu lansia yang sudah bedrest. Karena harus mengganti pempers, memandikan, dan lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jateng Ema Rachmawati mengatakan, terkait kebijakan rekrutmen PPPK sendiri saat ini yang diutamakan untuk profesi guru dan tenaga kesehatan. Pihaknya pun mengakui masih kurangnya perhatian terhadap rekrutmen SDM dalam pelayanan publik seperti yang ada di Dinas Sosial Jateng.
“Jadi harapan saya kedepan pemerintah pusat dapat memperhatikan lembaga yang memberikan layanan pada masyarakat langsung ini, dapat ditambah kuota PPPK maupun ASN nya,” tegasnya. (all)










