Kompetensi Guru yang Memadai Harus Diwujudkan

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan perlu konsisten semua pihak untuk meningkatkan kompetensi guru di tanah air. Yakni guna mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Target menghasilkan generasi yang unggul di masa datang harus menjadi kepedulian semua pihak. Salah satu syarat untuk mencapai target itu, yakni kompetensi guru yang memadai, harus serius diwujudkan,” katanya, belum lama ini.

Selamat Idulfitri 2024

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestrari, pengembangan kompetensi guru menjadi prioritas yang secara konsisten harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya memperbaiki sistem pendidikan. Tujuannya untuk mewujudkan generasi muda yang unggul di masa depan.​​​​​​​

Baca juga:  Ajarkan Canva, Tingkatkan Kreativitas Siswa

Ia mencatat beberapa kendala yang dihadapi dunia pendidikan di tanah air. Di mana berdasarkan hasil uji kompetensi guru (UKG) sejak 2015 sampai dengan 2021 menunjukkan sekitar 81 persen guru di Indonesia tidak mencapai nilai minimum. Tidak hanya itu, hasil ujian nasional (UN) tahun 2022 menunjukkan rata-rata nilai guru di Indonesia 54,6 di bawah standar minimal 55.

Di sisi lain, kata dia, pendidikan Indonesia juga menghadapi tantangan terkait jumlah guru yang belum ideal. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah guru di Indonesia sekitar 3,1 juta orang. Terdiri atas 2,5 juta guru sekolah negeri dan 600 ribu guru sekolah swasta.

Baca juga:  Tebar Kebaikan, SMPN 4 Pemalang Ajak Siswa Berbagi Takjil

“Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Yakni sekitar 4,2 juta guru,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu menegaskan catatan-catatan tersebut harus segera dijawab dengan langkah nyata. Yakni agar dampak dari kekurangan kompetensi guru dari standar yang ditetapkan bisa segera diatasi.

Rerie menyebut dalam mengatasi persoalan tersebut diperlukan langkah strategis untuk mewujudkan kompetensi guru yang diharapkan. Mengingat waktu menuju visi Indonesia Emas 2045 terus berjalan.

“Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus mampu membangun kolaborasi yang kuat melalui sejumlah kebijakan yang mendorong terwujudnya guru yang berkualitas,” ujarnya.

Baca juga:  SMP NU Al Ma’ruf Lolos ke Olimpiade Nasional

Dengan upaya-upaya tersebut, Rerie berharap target generasi unggul pada Indonesia Emas 2045 dapat dicapai melalui komitmen kuat. Juga kerja bersama seluruh anak bangsa dalam proses pembangunan nasional yang lebih baik. (ara/adf)