Distapang Kota Semarang Gencarkan Dropping Beras ke Lumpangsemar

Plt Kepala Distapang Kota Semarang, Bambang Pramusinto
Plt Kepala Distapang Kota Semarang, Bambang Pramusinto. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang bekerja sama dengan Perum Bulog Kancab Semarang kembali menggencarkan dropping beras SPHP ke sejumlah kios Lumpangsemar (Lumbung Pangan Kota Semarang). Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga beras.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, selain dropping ke kios pangan, pihaknya juga akan menyalurkan beras ke ritel modern dan pasar rakyat. Sejak 12 hingga 19 Februari lalu, total beras yang sudah tersalurkan sebanyak 81 ton.

Selamat Idulfitri 2024

“Pemicu kelangkaan beras adalah dampak dari El Nino yang mengakibatkan mundurnya waktu tanam padi. Sebentar lagi di daerah penghasil komoditi pangan akan panen,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Rabu (21/2/24).

Baca juga:  Turun 0,1 Persen, PPKBD Jadi Ujung Tombak Penurunan Stunting

Ia menambahkan, Lumpangsemar sendiri sudah tersebar di 16 kecamatan. Namun, dirinya belum bisa memastikan jumlah pasti kios pangan tersebut. Lantaran pihaknya masih mendata sekaligus memonitoring kios mana saja yang masih aktif dan tidak.

“Sehingga kami monitoring ke lapangan langsung. Selain itu untuk dropping beras SPHP ke pasar modern itu biasanya dari pihak pasar yang menghubungi langsung ke Bulog apabila ketersediaan berasnya habis,” jelasnya.

Seperti contohnya, kata dia, di pasar modern Aneka Jaya, masing-masing cabangnya disalurkan beras SPHP sebanyak 1 ton. Hal ini membuktikan bahwa bahan pokok itu juga diminati oleh pembeli di supermarket.

Baca juga:  Pemkot Semarang Gelar Tebus Paket Suka-suka bagi Warga Terdampak Banjir

Selain itu, pihaknya juga kembali memperbanyak kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui Pasar Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman). Distapang telah melakukan kegiatan pasar murah itu di 156 titik di tahun 2022-2023. Lalu, pada tahun ini sudah 25 titik sepanjang Januari.

“Mulai besok sudah penuh jadwal kami untuk kegiatan tersebut (Pak Rahman, Red.). Disana kami punya regulasi Peraturan Wali Kota tentang fasilitasi dan distribusi (bahan pangan, Red.),” katanya.

Sehingga, kata Bambang, jika ada kelangkaan harga lagi, upaya yang dilakukan yaitu mengadakan kegiatan Pak Rahman. Dalam hal ini, Distapang bekerja sama dengan offtaker seperti BUMP, BUMD Jateng, Bulog, ID Food, dan lain sebagainya. (int/adf)