Haru, Orang Tua Wakili Wisuda Anaknya yang Meninggal

TANGKAPAN LAYAR: Orang tua Dewi Sekar Rumpoko (23), Ngadinah (58) dan Jono (78) tengah mewakili putrinya yang meninggal dunia dalam wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan UGM Periode II 2023/2024, Rabu (21/2/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Momen haru terjadi dalam prosesi wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun Akademik 2023/2024. Salah satu peserta wisuda, Fakultas Kehutanan, Dewi Sekar Rumpoko meninggal dunia akibat kecelakaan dan diwakili oleh orang tuanya.

Mahasiswi angkatan 2019 asal Kabupaten Bantul itu, mengalami kecelakaan kendaraan saat hendak menghadiri sidang pendadaran pada Kamis (7/12/2023) lalu. Kemudian dinyatakan meninggal setelah dirawat selama sebulan, hingga Minggu (26/1).

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta mengucapkan, turut berduka cita atas musibah yang menimpa. Pihaknya menyebut Dewi sebagai mahasiswi yang berprestasi secara akad.

Baca juga:  Sugeng Siap Bersinergi Atasi Berbagai Persoalan di Yogyakarta

“Saya mengungkapkan duka mendalam atas kepergian mahasiswi kami yang meninggal pada Januari lalu. Dewi merupakan individu yang berprestasi, IPK 3,86. Namun, takdir berkehendak lain, ketika mau mengikuti ujian dia mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Adapun penelitian Dewi tentang bioakustik, diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat. Terutama dalam meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar di tepi hutan. Sebagai penghargaan atas hasil penelitiannya, skripsi Dewi akan ditulis ulang dan diunggah ke jurnal sebagai langkah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.

“Hal ini bentuk apresiasi atas kontribusi Dewi dalam bidang kehutanan. Terlebih beliau di bawah bimbingan Dr. Ali Imorn yang mengembangkan bioakustik antara satwa liar dan manusia yang tidak akan bertemu. Teman-teman telah berdiskusi dan akan kami submit ulang ke jurnal,” imbuhnya.

Baca juga:  WALHI Yogyakarta Buka Layanan Aduan Lingkungan Hidup

Sementara itu, Ibu dari Dewi Sekar Rumpoko, Ngadinah (58) mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan anaknya selama menempuh kuliah empat tahun lebih. Pasalnya, meskipun mengalami musibah kecelakaan, Dewi tetap berkeinginan keras menjalani sidang skripsi.

“Anaknya sangat berprestasi sekali sejak sekolah. Berhasil lulus dengan IPK tinggi, 3,86 predikat Cumlaude. Kehilangan Dewi seperti kehilangan separuh nyawa bagi kami. Rumah jadi sepi dan diselimuti rasa sedih,” ungkapnya.

Sebelum wafat, Dewi telah menyampaikan rencana masa depannya, termasuk membantu biaya kuliah adiknya dan melunasi hutang ayahnya. Bahkan, juga sempat menitipkan pesan melalui amplop bagi rekan-rekan kampusnya.

Baca juga:  KPU Kota Yogyakarta Segera Lakukan Pleno Penetapan Hasil Kursi Legislatif

“Kalau cara Jawanya tembang dandanggula. Anak saya telah menitipkan pesan untuk dibagikan kepada rekan-rekan di Fakultas Kehutanan,” tuturnya.(suf/sam)