SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Wilayah Perum Bulog Provinsi Jawa Tengah mengeklaim stok beras aman untuk menghapi bulan Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang. Adapun stok saat ini ada sebanyak 94,5 ribu ton beras. Terdiri dari stok operasional 48 ribu ton, stok dalam perjalanan 43 ribu ton, dan stok komersial 3.500 ton.
“Total ada 94,5 ribu ton beras. Insyaallah stok ini aman untuk Ramadan dan Idul Fitri,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Akhmad Kholisun, belum lama ini.
Persediaan tersebut nantinya akan didistribusikan. Baik melalui gerakan pangan murah, bantuan pangan (banpan), dan beras SPHP yang dikirim ke pasar tradisional, retail, serta toko lainnya.
“Stok ini digunakan,satu untuk penyaluran bantuan pangan yang akan terus berlanjut. Sebulan menyalurkan 23.560 ton. Kedua penyakulan BLT untuk beras hampir 15 ribu ton,” akunya.
Sedangkan di tengah naiknya harga beras di pasaran. Perum Bulog Jateng melakukan beragam upaya untuk stabilisasi. Di antaranya melalui beberapa program, yakni Gerakan Pangan Murah di setiap daerah, bantuan pangan, dan penyaluran beras SPHP.
“Mudah-mudahan nanti pasokan masyarakat melalui banpan dan pasar-pasar melalui SPHP cukup. Sehingga akan mengendalikan kenaikan harga sebelum memasuk masa panen di akhir Maret dan April 2024,” imbuhnya.
Disamping itu, Bulog Jateng juga menyalurkan beras komersial kepada para penggiling padi yang supalainya mengalami gangguan. Harapannya mereka tetap bisa menjual ke pedagang dan pengecer.
“Kami jual secara komersial agar mereka bisa memiliki stok dan menyalurkan (beras) kepada pedagang-pedagang, pengecer baik di pasar tradisojal dan retail modern,” tambahnya.
Disinggung terkait banjir di Grobogan dan Demak yang merupakan daerah penghasil beras, Kholisun menyebut belum ada dampak terhadap produksi beras. Terlebih masa panen masih di akhir bulan Maret – April 2024.
“Untuk kejadian banjir di Demak dan Grobogan karena posisi belum panen sehingga belum mempengaruhi dampak. Tapi apabila banjir mempengaruhi tanaman padi, tentu akan mempengaruhi produksi,” tandasnya. (luk/gih)










