SLEMAN, Joglo Jogja – Datangnya Bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Kabupaten Sleman masih terus melejit. Saat harga beras perlahan mulai menurun, kini giliran harga gula pasir dan telur yang justru naik di pasaran.
Kenaikan harga dua komoditas tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman melalui Kepala Bidang Usaha Perdagangan Kurnia Astuti. Menurutnya, kenaikan harga gula pasir sudah menjadi siklus tahunan.
“Saat ini, stok gula dari pabrik mulai menipis. Periode produksi gula ada di rentang waktu April-September. Seperti tahun-tahun kemarin, biasanya awal tahun sampai nanti mendekati puasa, lebaran gula naik,” katanya, kemarin.
Selain pasokannya yang tak melimpah, kenaikan permintaan di pasaran saat bulan Ramadan membuat harga gula pasir kian tinggi. Konsumsi rumahan untuk membuat kue hingga berbagai minuman, sulit dilepaskan dari konsumsi gula pasir.
“Di satu sisi karena demand-nya naik, orang kan butuh gula untuk kue. Nanti juga untuk persiapan lebaran, untuk jual minuman, kebutuhan gula kan lebih meningkat ketika Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk tingginya harga telur ayam masih dipengaruhi dampak kenaikan beras. Beras yang sempat mahal membuat beberapa warga beralih ke jagung. Padahal jagung juga digunakan sebagai pakan ayam petelur. Alhasil, harga jagung yang melonjak berdampak pada harga pakan dan harga telur ayam.
“Sehingga demand untuk jagung juga kemarin banyak juga dibutuhkan manusia maupun peternak. Harga pakan kemarin naik, dampaknya banyak peternak itu mengurangi jumlah ayamnya untuk menekan biaya produksi yang makin tinggi,” tandasnya. (bam/abd)










