Mahasiswa Mudik, Ketersediaan LPG di Yogyakarta Aman

KERJA KERAS: Petugas saat menata Gas 3 kg bersubsidi salah satu agen di Kota Yogyakarta, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Menghadapi bulan Ramadan, ketersediaan stok pangan dan gas LPG bersubsidi 3 kilogram (kg) tercukupi di Kota Yogyakarta. Salah satu faktor yang mempengaruhi yakni berkurangnya aktivitas memasak di siang hari dan adanya mahasiswa mudik ke kampung halaman.

Penjabat (Pj) Wali Kota Singgih Raharjo mengatakan, saat ini terdapat sekitar 960 pangkalan dan 14 agen gas LPG di Kota Yogyakarta. Untuk kuota gas LPG 3 kg di Kota Yogyakarta, dalam setahun kurang lebih 22.300 metrik ton atau setara dengan pengisian ulang 7,4 juta tabung 3 kg.

“Kita (Pemkot, red) terus melakukan checking dan ketersediaan harga gas LPG yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hasil sementara pantauan yang kita lakukan, dari stoknya mencukupi dan ada,” ungkapnya saat melakukan pemantauan di Warungboto Kota Yogyakarta, belum lama ini.

Berdasarkan hasil pemantauan ke agen, saat Ramadan dan Idulfitri, permintaan gas LPG 3 kg justru akan mengalami penurunan, karena aktivitas memasak di siang hari tidak tinggi dan berkurangnya mahasiswa lantaran mudik. Namun apabila ada permintaan tinggi, agen akan langsung berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta dan kolaborasi bersama Pertamina untuk memenuhi permintaan.

“Untuk harga gas 3 kilogram masih stabil. Untuk masyarakat dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), harga di agen sekitar Rp14.000. Sehingga kalau sampai di masyarakat dengan harga Rp16.000-Rp17.000 wajar karena harus ada keuntungan,” paparnya.

Sementara itu, Manajer Agen Gas LPG PT Soekatirah Mami Sudiatmi menambahkan, dalam sebulan, pihaknya menerima suplai gas 3 kg sekitar 42.000 tabung. Untuk distribusi ke sejumlah pangkalan, dalam sehari berkisar 1.680-2.000 tabung gas LPG 3 kg.

Dia menuturkan, berdasarkan evaluasi dari tahun sebelumnya, setelah minggu kedua Ramadan, ada penurunan distribusi gas LPG kg. Hal itu dikarenakan banyak mahasiswa pulang keluar kota dan kebutuhan masyarakat menurun.

“Suplainya kita mencukupi. Kita selalu dari Pertamina itu mendapatkan jatah yang pasti. Jadi sampai akhir bulan kita siap untuk mencukupi semua,” pungkasnya. (riz/abd)