Kampung Ramadan Rembang Buka Akses Jalan: Menarik Pengunjung, Dorong Ekonomi dan Edukasi UMKM

PANTAU: Kepala Dindagkop UKM, Mahfudz bersama Wakil Bupati Rembang sedang memantau kondisi kampung Ramadan di Jalan Soetomo, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang mengonsep acara kampung Ramadan dengan akses kendaraan sehingga tidak ditutup. Banyak lalu lalang kendaraan yang melintas saat acara berlangsung.

Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz mengatakan, sepanjang jalan Soetomo, acara kampung Ramadan tidak seperti tahun sebelumnya. Tahun ini membuka akses jalan untuk kendaraan. Sehingga kendaraan bisa melintas di acara tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

Alasan pihaknya membuka akses jalan untuk kendaraan karena adanya aspirasi dari pedagang yang berjualan. Dengan konsep ini diharapkan masyarakat bisa lebih antusias meramaikan Kampung Ramadan.

Baca juga:  Jelang Mudik Lebaran, Perbaikan LPJU Dikebut

“Ada yang bilang pengunjung sepi tidak ada pembeli, informasi yang kurang diketahui banyak orang dan sebagainya. Sehingga kami memutuskan untuk membuka akses jalan,” ungkapnya.

Disisi lain, lanjut dia, ada hal yang menyebabkan kurang efektif dalam membuka akses jalan untuk kendaraan. Yaitu, bisa menyebabkan kemacetan dan berbahaya untuk anak kecil.

“Meskipun akses jalan kami buka, kami sudah siapkan penjagaan dari Satpol PP. Mulai dari pengatur jalan dan menghimbau kepada pengendara yang akan melintas ke acara ini bisa melintas dengan hati-hati. Sehingga pembeli yang melintas bisa langsung membeli UMKM yang ada di sana,” kata Mahfudz, belum lama ini.

Baca juga:  Satpol PP Rembang Rutin Patroli untuk Jaga Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat dari PGOT

Tak lain, hal ini bertujuan untuk memfasilitasi sektor UMKM khususnya sektor kuliner untuk memasarkan produk di bulan Ramadhan. Selain itu juga, meningkatkan pendapatan perekonomian, menyerap tenaga kerja, dan sebagai ajang promosi dan inovasi produk.

“Mengangkat peluang kearifan lokal pada bulan Ramadan, utamanya makanan khas Rembang dan cocok dan diminati saat berbuka puasa. Kemudian, sebagai edukasi pada teman-teman UMKM agar menaati perizinan, NIB, dan sertifikasi halal,” pungkasnya. (cr3/fat)