Kudus  

Pamsimas Desa Karangmalang Layak Minum

PAM: Terlihat Pamsimas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Karangmalang yang layak minum, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog merupakan satu-satunya sumber air yang dinyatakan layak minum. Hal itu, dinyatakan berdasarkan hasil tes laboratorium yang menghasilkan kadar zat besi rendah.

Pamsimas tersebut, sekarang menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dibawah naungan Pemerintah Desa (Pemdes). Setiap tahunnya badana usaha ini sudah bisa menyetorkan dana Pendapatan Asli Desa (PAD).

Selamat Idulfitri 2024

Direktur Pamsimas, Desa Karangmalang, Muhammad Rifa’i mengatakan, sebenarnya pamsimas ini sudah berdiri sebelum adanya BUMDes. Tepatnya pada 2014 lalu. Kemudian, Pemdes membuat Peraturan Desa (Perdes) bahwa usaha pamsimas ini berada di naungan BUMDes.

Baca juga:  RSI Sunan Kudus Segera Realisasikan Layanan Ortotik Prostetik

Segala administrasi dan pendampingan sudah dibekali oleh Pemdes. Ada juga pendampingan maupun pelatihan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus.

“Dengan adanya Pamsimas, masyarakat menjadi sangat terbantu dalam peraian rumah tangga. Sudah sekitar 1.000 lebih yang menggunakan sumber air dari pamsimas. Bersyukur, mereka dapat tersalurkan air dengan lancar. Meskipun ada kendala, mungkin hanya pada peralatannya, seperti pralon,” ucapnya.

Mereka lebih mendukung usaha milik desa. Dalam penggunaan air ini, ditarif harga Rp 1.000 per kubik. Tergantung pada jumlah pemakaian warga. Rata-rata pemakian warga sekitar 10-13 kubik atau hanya membayar Rp 10-13 ribu perbulan.

Baca juga:  Pasca Banjir, Yamaha Mataram Sakti Kudus Terima Puluhan Pelanggan

Ia melanjutkan, dalam pemasangan awal air Pamsimas ini dipatok harga Rp 650 ribu. Mencakup Rp 450 ribu peralatan dan biaya pemasangan. Sedangkan Rp 200 ribu masuk kas.

Fasilitas yang diberikan berupa dua pralon dan meteran. Jika jaraknya lebih dari itu maka warga sendiri yang menanggung.

“Dengan adanya pamsimas, kami bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 38 juta pertahun. Sehingga setiap tahun, kami bisa menyetorkan dana PAD,” terangnya.

Sementara itu, setiap tahunnya laporan yang disetorkan ke Pemdes, belum sepenuhnya sempurna. Masih ada kendala yang belum dikuasai oleh pengelola. Dalam artian, BUMDes masih perlu melakukan pembenahan.

“Laporannya setiap tahun sudah terealisasi. Namun, masih perlu beberapa penyelesaian sesuai dengan peraturan yang ada. Intinya, laporan administrasi kita masih standar. Dan kami terus melakukan pembenahan,” jelasnya.

Baca juga:  8.400 Buruh Rokok Terdampak Banjir Dapat Bantuan 5kg Beras

Sementara itu, Kepala Urusan Perencanaan, Desa Karangmalang, Aris Aswan menjelaskan, BUMDes Makmur Sejahtera Desa Karangmalang sudah berdiri sejak 2018. Badan usaha ini memiliki program unggulan yang bergerak dibidang air minum.

Tahun ini pihaknya berencana membuat air minum dalam kemasan. Tetapi, masih perlu dipikirkan kembali.

“Dalam program baru, kami masih memperlajari tentang perizinan ke BPOM dan persyaratan lainnya. Karena Pamsimas ini satu-satunya usaha desa yang berjalan. Dan menjadi percontohan usaha di desa lain,” pungkasnya. (cr3/fat)