Pati  

Bulog Pati Gencarkan Pasar Murah

Pimpinan Bulog Pati, Hardiansyah.
Pimpinan Bulog Pati, Hardiansyah. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Perum Bulog Kantor Cabang Pati melakukan upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Dari mulai menggencarkan pasar murah hingga jor-joran memberikan bantuan.

Pimpinan Bulog Pati, Hardiansyah mengatakan, pihaknya terus mengadakan pasar murah di semua wilayahnya selama bulan Ramadan ini. Termasuk di Kabupaten Pati.

Selamat Idulfitri 2024

“Untuk menghadapi Idul Fitri, kita ada permintaan pasar murah. Seperti kemarin dari Disdagperin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) sama DKP (Dinas Ketahanan Pangan),” kata dia saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Ia menyebut, kegiatan pasar murah menyasar semua kecamatan di daerah berjuluk Bumi Mina Tani ini. Dengan menjual berbagai komoditas seperti beras, minyak dan gula.

Baca juga:  DPRD Pati Gelar Halal Bihalal, Pererat Sinergi dengan Pemkab

“Untuk di Pati, semua kecamatan kita drop. Kita bawanya 1 ton setengah per titik untuk semua kecamatan. Biasanya 1 ton beras, terus minyak 300, gulanya 200 kilo gram,” bebernya.

Ia memberikan contoh seperti pasar murah yang digelar di Alun-alun Kembangjoyo beberapa pekan lalu. Ada sebanyak 3.000 yang pihaknya siapkan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Ribuan paket tersebut berisi beras 2,5 kilogram, gula 2 kilogram dan minyak goreng 1 liter. Warga perlu merogoh kocek Rp 50 ribu untuk membeli satu paket tersebut. Dari harga semula yang berkisar Rp 100 ribu.

Baca juga:  Pengunjung Lapas Membludak saat Lebaran

“Setiap ada permintaan kita sinkronkan dulu jadwalnya. Kita turun bawa barang gitu aja. Yang beli silakan beli. Dibatasi paling jumlahnya. Paling 1 orang 1 pack, kalau enggak maksimal 2 pack,” ucapnya.

Tak hanya pasar murah, pihaknya juga telah menggelontorkan sebagian beras untuk bantuan kebutuhan pangan di wilayahnya. Adapun total bantuan beras yang akan diberikan secara keseluruhan sebanyak 5 ribu ton.

Bantuan tersebut disalurkan selama 6 bulan yang dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama dilakukan pada Januari, Februari dan Maret. Sedangkan tahap keduanya dilaksanakan mulai April, Mei, Juni.

Baca juga:  Kue Buatan Para Napi Laris Manis

“Untuk bantuan di kabupaten sekitar 1.400 ton. Total se Karisidenan Pati ada sekitar 5 ribu ton. Mulai Pati, Jepara, Rembang dan Blora. Itu direncanakan sampai Juni. Jadi yang sudah berjalan Januari, Febuari, Maret. Sudah selesai dan tersalurkan semua tahap pertama,” pungkasnya. (lut/fat)