SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan memberangkatkan 900 pemudik untuk kembali bekerja ke Jabodetabek. Pelepasan berlangsung di halaman MAJT.
Dua kloter pemudik telah diberangkatkan sejak Minggu (14/4/2024) dan Senin (15/4/2024) dengan 10 armada bus pada setiap keberangkatan.
“Yang diberangkatkan 900 (pemudik, Red.), ada 20 bus,” ungkap Anggota Badan Pelaksana BPKH Arief Mufraini pada Joglo Jateng.
Selain di Kota Semarang, keberangkatan lain juga dilakukan di Solo dan Yogyakarta. Kebanyakan masyarakat yang ikut program ini adalah mereka yang bekerja di sektor industri rumah tangga.
Tujuannya pun bervariasi, mulai dari Kampung Rambutan Jakarta Timur, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Arief menyebut, melalui program ini para pemudik juga diedukasi mengenai informasi tentang haji. Kemudian dana nilai manfaat yang digunakan sebagai pembiayaan. Sehingga mereka tidak hanya terbantu dari segi finansial, namun juga ilmu pengetahuan.
“Kita juga menyisipkan informasi tentang haji muda, informasi berkaitan haji, dan sebagainya,” akunya.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu hadir secara langsung untuk melepas para pemudik tersebut.
Ia mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh BPKH juga Lazismu ini. Menurutnya kegiatan pemberangkatan balik gratis ini dapat meringankan beban masyarakat. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk transportasi dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
“Tentu ini sangat membantu kepada para masyarakat Kota Semarang yang mencari penghidupan atau mencari nafkah ada di Jakarta,” jelas Mbak Ita usai melepas para pemudik dalam Porgram Balik Kerja Bareng BPKH 2024.
Salah satu peserta, Dini Safitri mengaku baru pertama kali mengikuti program balik kerja ini. Ia pergi bersama suami dan dua anaknya.
Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat di perantauan yang ekonominya pas-pasan. Dimana biasanya mereka kesulitan untuk pulang mudik karena masalah biaya.
“Alhamdulillah ya bermanfaat sekali bisa meringankan ongkos. Jadi ongkos berangkat bisa buat kebutuhan lain, kita juga bisa pulang ke rumah untuk bertemu keluarga,” akunya. (luk/adf)










