Pembangunan Bukit Dermo Ditargetkan Mulai Juni

Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo
Plt Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) sebut pembangunan destinasi pariwisata baru di Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri, Bantul diperkirakan paling lambat akan mulai dieksekusi pada Juni mendatang. Sedangkan target selesainya pada November. Adapun untuk saat ini, pihaknya mengatakan prosesnya masih pada tahap menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk eksekusi lebih lanjut.

Plt Kepala Dispar Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan, bahwasanya dokumen pembangunan pariwisata di Bukit Dermo sudah siap sejak Maret lalu. Hanya saja, untuk melakukan proses tahap lanjutan, yaitu pelelangan pihaknya masih menunggu juknis dari Kemenparekraf.

“Jadi dari bulan Maret sebenarnya dokumen kami sudah siap untuk lelang, tapi kemarin ketika rapat koordinasi dengan Kemenparekraf itu kita diminta untuk menunggu juknis dari pusat. Dengan alasan jangan sampai sudah terlanjur dilelang atau bahkan sudah dikerjakan tapi tidak sama dengan juknisnya. Sehingga berpotensi jadi persoalan,” ujarnya, Selasa (16/4/24).

Menurutnya, untuk juknis ini sendiri biasanya terbit pada April ini. Untuk itu, pihaknya berharap sebelum akhir April sudah mendapatkan juknis tersebut. “Jadi tetap kita tunggu juknisnya, karena Kemenparekraf menyarankan menunggu juknis dulu sampai April. Nah ini masih April jadi masih kita tunggu,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya juga memberikan toleransi terkait dengan penerbitan juknis ini hingga awal Mei mendatang. Sehingga pembangunan pariwisata Bukit Dermo bisa segerah dieksekusi sesegera mungkin.

“Kalau juknis tidak turun, kemungkinan akan kita lelang dengan perjanjian nomenklatur. Sehingga mana kala ada perubahan, nanti akan disesuaikan dengan juknis selama tidak mengubah harga satuannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa beberapa waktu lalu juga sudah melakukan koordinasi dengan Kemenparekraf perihal penerbitan peraturan presiden pembangunan destinasi pariwisata ini. Untuk itu, kegiatan pelelangan sudah bisa dilakukan pada Mei mendatang.

“Kemarin sudah hitung-hitungan dengan PPBJ, paling lambat pertengahan Mei sudah harus di lelang dengan harapan akhir Juni sudah ada pemenangnya. Walaupun sebenarnya akhir Mei masih memungkinkan, karena batas akhir untuk pencarian anggarannya pada tanggal 20 Juli. Sedangkan proses lelangnya satu bulan lebih sedikit, sehingga andai kata itu di bulan Juni pun masih memungkinkan. Tapi harapan Mei sudah kita lelang,” terangnya.

Namun, dirinya mengatakan pembangunan ini paling lambat sudah dilakukan pada Juni. Hal itu dikarenakan waktu pengerjaannya tidak terlampau panjang karena target selesainya pada November mendatang.

“Kalau Mei baru dilelang, paling cepat mulai pembangunan Juni, tapi yang jelas paling lembatnya Juli sudah harus dibangun. Karena waktu pengerjaannya juga hanya 5 bulan,” pungkasnya. (nik/abd)