Dishub Jateng: Kapasitas Jalan Sulit Tampung Lonjakan Kendaraan

Kabid Angkutan Jalan Dishub Jateng, Heri Bs Widodo
Kabid Angkutan Jalan Dishub Jateng, Heri Bs Widodo. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Jateng, Heri Bs Widodo mengaku bahwa Jalan di Jateng sulit tampung lonjakan kendaran. Hal ini merujuk pada kemacetan yang terjadi di jalur Solo-Semarang pada arus balik Senin, 15 April 2024 malam lalu.

“Masalah kemacetan sangat wajar, karena daya tampung kapasitas jalannya terbatas, sementara mudiknya hampir bersama-sama. Kapasitas jalan kita itu untuk menampung prediksi Kemenhub kemarin 61,7 juta jiwa ada di Jateng itu sangat sulit pasti semuanya. Misalnya ada orang menyeberang saja sudah merangkai ke belakang,” ujar Heri pada Joglo Jateng, kemarin.

Saat Heri disinggung prediksi kemacetan, pihaknya menyebut saat ini sudah mulai turun. Heri pun membenarkan cerita pemudik yang menyebut perjalanan Solo menuju Semarang ditempuh dalam waktu empat hingga tujuh jam.

“Ada cerita dari Solo menuju Semarang yang 4 jam sampai 7 jam itu wajar, karena ada yang perlambat aja langsung merangkai ke belakang. Istilahnya V/C rasio itu sudah mendekati tujuh, itu sudah kaya orang berbaris begitu,” jelasnya.

Selain itu, arus balik mudik Lebaran 2024 di Jawa Tengah Heri sebut lebih tinggi ketimbang tahun kemarin. Hal ini turut mendorong kemacetan di beberapa titik, termasuk Solo menuju Semarang.

“Arus baliknya itu 33 persen lebih tinggi ketimbang tahun kemarin. Jadi kalau tahun kemarin hanya 71, sekarang 74 ribu kendaraan, secara umum seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sektretaris Dishub Jateng, Setyo Irawan menyebut penumpukan di rest area Solo-Semarang turut menjadi salah satu penyebab kemacetan.

“Di tol, terutama rest area dan pintu masuk itu ada pelambatan. Terakhir di rest area Solo-Semarang sempat ditutup karena salah satu penyebab ada rest area jadi timbul kemacetan,” ujar Setyo. (luk/gih)