SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati HUT Kota Semarang ke-477, Wali Kota Semarang periode 2000-2010, Sukawi Sutarip memberikan pesan untuk Pemkot Semarang agar tetap mengutamakan pendidikan. Hal itu supaya negara Indonesia menjadi negara yang maju dan memiliki SDM yang berkualitas.
“Yang penting tetap pendidikan nomor 1. pendidikan murah negara menjadi maju membangun negara dimulai dari SDM. Makanya bapak waktu itu memimpin dengan cara semua uang digunakan untuk pendidikan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Kamis (2/5/24).
Dalam kunjungan yang didatangi oleh Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu bersama asisten ahli itu, Sukawi mendorong agar silahturahmi ini tidak terputus. Menurutnya tradisi itu tidak perlu memandang jabatan apapun.
“Kalau jabatan ada selesainya kalau silaturahmi tidak boleh putus,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang periode 2010-2015, Soemarmo Hadi Saputro mengaku senang karena kehadiran Ita mengartikan bahwa ia telah menghargai para pendahulunya dengan mendatangi rumah mantan wali kota. Pasalnya, tidak semua pemimpin melakukan silaturahmi ke pemimpin sebelumnya.
“Semoga dengan silahturahmi ini nanti tetap bisa dijalankan tapi saya juga sudah matur dengan Bu Wali tidak hanya di agama Islam tapi di agama lain. Suatu saat perlu dilakukan silaturahmi atau mungkin saat kegiatan besar keagamaan,” paparnya.
Selain itu, dalam rangka HUT ke-477 Kota Semarang, dirinya berharap Kota Semarang semakin tambah makmur rakyatnya. Juga makin tercipta kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama.
Soemarmo menilai, perkembangan Kota Semarang dari tahun ke tahun semakin maju. Di samping itu, indeks kepuasan terkait pelayanan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (int/adf)










