Pati  

Muh Zen Daftar Maju Pilkada Pati di Golkar dan Demokrat

FOTO BERSAMA: Muh Zen saat mendaftarkan diri maju Pilkada di DPC Demokrat Pati, Jumat (31/5/2024) siang. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Muh Zen memperkuat dukungan agar bisa maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati. Ia pun kembali mendaftarkan ke dua partai politik (parpol) pada Jumat (31/5/2024) siang.

Kedua parpol itu yakni DPD Partai Golkar Pati dan DPC Partai Demokrat Pati. Kedatangan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diantar oleh belasan orang yang tergabung dalam Aswaja Pati.

“Saya bersama relawan Aswaja Pati. Tadi saya dari DPD Golkar diterima langsung sama Bu Ning dan tim tujuh. Saya sampaikan mendaftar melalui Golkar untuk maju Pilkada 2024. Hari ini juga mendaftar ke DPC Demokrat,” ujarnya saat di kantor DPC Demokrat Pati, Jumat (31/5/2024).

Baca juga:  Polisi Kena Bogem Saat Orkes Dangdut, Ini Kronologinya

Muh Zen berharap bisa usung maju Pilkada Pati yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang. Namun ini menyerahkan keputusan kepada partai-partai tersebut terkait pendaftarannya sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) maupun Bakal Calon Wakil Bupati Pati.

“Intinya kami komunikasi politik mengambil formulir pendaftaran untuk maju Pilkada. Soal posisi masih dipertimbangkan. Antara Bupati atau wakil bupati masih melihat dinamika politik. Intinya yang terbaik untuk Kabupaten Pati,” terangnya.

Sebelumnya, pria asal Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan Pati itu juga telah mendaftar ke sejumlah parpol. Di antaranya yakni di DPC PKB Pati, DPC Gerindra Pati, DPC PPP Pati dan DPC Nasdem Pati.

Baca juga:  Korban Perampokan dan Penganiayaan di Pucakwangi Pati Masih Trauma

Keputusannya untuk maju Pilkada Pati ini, karena Muh Zen menilai Kabupaten Pati membutuhkan pemimpin yang paham akan kondisi lingkungan dan masyarakatnya. Iaingin memaksimalkan beberapa bidang jika terpilih menjadi Bupati Pati nanti. Dari mulai pelayanan publik, memperbaiki infratruktur, hingga meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Soal pendidikan misalnya, anak-anak dari keluarga kurang mampu bagaimana bisa mendapatkan hak untuk bersekolah. Kemudian dalam hal kesehatan, warga miskin harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Soal infrastruktur juga harus diperhatikan serius karena Jateng wilayah timur dari sisi infrastruktur ini kan belum dapat pemerataan, banyak jalan yang harus mendapatkan perhatian. Ini perlu mendapatkan afirmasi kebijakan pusat dan provinsi,” bebernya. (lut/fat)