Jadwal Lengkap PPDB Jateng 2024 untuk SMA dan SMK

SEMARANG, Joglo Jateng – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah Tahun 2024 akan dibuka mulai 11 Juni 2024. Para calon siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah harus memperhatikan jadwal PPDB.

Proses pendaftaran akan dilakukan secara online melalui situs resmi ppdb.jatengprov.go.id. Calon siswa diharapkan mengikuti seluruh prosedur pendaftaran dan aktivasi akun sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran.

Jadwal PPDB SMA/SMK Jawa Tengah telah diumumkan sejak 6 Juni 2024 lalu. Kemudian pendaftaran, pembuatan, dan aktivasi akun online bisa dilakukan pada 11-24 Juni 2024 mendatang.

Lalu pendaftaran dan perubahan pilihan sekolah 24-27 Juni, masa tenang 28-30 Juni, pengumuman seleksi PPDB 1 Juli 2024, daftar ulang 3-12 Juli 2024. Selanjutnya pengumuman daftar cadangan 15 Juli, daftar ulang peserta CPD (calon peserta didik) cadangan 17 Juli 2024, dan tahun ajaran baru akan dimulai pada 22 Juli 2024.

Jumlah Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri Jawa Tengah tahun 2024 kembali hadir dengan empat jalur penerimaan untuk SMA dan tiga jalur untuk SMK. Empat jalur penerimaan SMA di antaranya, pertama jalur zonasi (minimal 55 persen) yang memprioritaskan peserta didik yang berdomisili di wilayah terdekat dengan sekolah. Kedua, jalur afirmasi (minimal 20 persen) ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu (15 persen), anak tidak sekolah (2 persen), dan anak dari panti asuhan (3 persen).

Baca juga:  Panwaslu Kelurahan Harus Miliki Jiwa Berani dan Tegas

Ketiga, jalur prestasi (maksimal 20 persen) untuk mengakomodasi peserta didik dengan prestasi akademik atau non-akademik yang gemilang. Terakhir, keempat, jalur perpindahan tugas orang tua (maksimal 5 persen) yang memberikan kesempatan bagi anak yang orang tuanya dipindahkan tugas ke daerah lain.

Sementara tiga jalur penerimaan SMK, pertama yakni jalur prestasi (minimal 75 persen) memprioritaskan peserta didik dengan prestasi akademik atau non-akademik yang unggul. Kedua, jalur afirmasi (maksimal 15 persen) ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu (10 persen), anak tidak sekolah (2 persen), dan anak dari panti asuhan (3 persen).

Baca juga:  Dinas ESDM Jateng Gandeng SMK Jadi Ahli Mekanik

Ketiga, domisili terdekat (maksimal 10 persen) yang mempertimbangkan jarak tempat tinggal dengan sekolah. Rinciannya 8 persen untuk domisili terdekat dan 2 persen untuk anak guru atau tenaga kependidikan.

Untuk memastikan pemerataan akses bagi pendaftar jalur afirmasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng bekerja sama dengan Dinas Sosial untuk menyinkronkan data anak dari keluarga tidak mampu. Selain mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) nasional, mereka juga memperhatikan data terpadu milik Pemprov Jateng. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh calon peserta didik.

Dokumen persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran PPDB Jateng 2024 meliputi buku rapor SMP/sederajat. Selanjutnya surat keterangan nilai rapor semester I-V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh sekolah, ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang setara.

Lalu akta kelahiran dengan batas usia maksimal 21 tahun pada awal tahun ajaran 2023/2024 dan belum menikah. Selain itu juga kartu keluarga yang telah diterbitkan atau telah tinggal minimal satu tahun di wilayah tersebut.

Baca juga:  Disdikbud Jateng Kembali Tegaskan Larangan Study Tour

Bagi calon peserta didik dari pondok pesantren harus terdaftar di Educational Management Information System (EMIS) yang dikelola oleh Kementerian Agama. Sementara untuk calon peserta didik dari keluarga kurang mampu harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian untuk calon peserta didik yatim/piatu karena orang tuanya meninggal akibat covid-19 harus didukung oleh data dari dinas terkait. Calon peserta didik dari panti asuhan harus tercatat di data Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), pendaftaran dilakukan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Dinsos Provinsi Jateng (SIKS-DJ). Atau dengan surat keterangan yang diterbitkan oleh kepala desa/lurah dan disahkan oleh camat setempat.

Untuk jalur perpindahan tugas orang tua, dibutuhkan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan orang tua dengan perpindahan minimal antar kabupaten/kota. Dokumen lain yang diperlukan termasuk piagam prestasi, surat keterangan sehat, dan bukti prestasi yang didukung oleh surat keterangan dari kepala satuan pendidikan. (all/adf)