Kudus  

Cegah Konflik, Polres Kudus Datangi Sekolah

ANTUSIAS: Tampak Polwan Kudus sedang memberikan hiburan kepada anak-anak sekolah yang digelar Selasa (11/6/24). (HUMAS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Satlantas Polres Kudus, kembali menyelenggarakan kegiatan Police Goes to School di sejumlah sekolah di wilayah Kudus. Kali ini agenda tersebut berlangsung di MA Mualimat Kudus, Selasa (11/6/24).

Hal tersebut sesuai dengan penekanan Kapolres Kudus, AKBP Dydit Dwi Susanto, untuk mencegah permasalahan yang melibatkan anak-anak usia pelajar di wilayah tersebut. Baik sebagai pelaku maupun korban.

Kasatlantas Polres Kudus, AKP I Putu Asti HS melalui KBO Satlantas, Iptu Noor Alifi mengatakan, para siswa adalah para agen perubahan yang akan menggantikan peran pendahulu di masa yang akan datang. Sehingga perlu perlindungan hukum karena merupakan kelompok rentan.

Baca juga:  Kemenag Kudus: Madrasah Aman dan Sehat untuk Ciptakan Generasi Emas 2045

“Kami hadir sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan agar tidak terjadi gangguan kamtibmas yang timbul dari interaksi anak-anak dengan lingkungan sekitarnya. Juga peran serta untuk pembinaan karakter anak-anak,” kata Iptu Noor Alifi dihadapan pelajar MA Mualimat Kudus, Selasa (11/6/24).

Terkait etika atau norma hukum lalu lintas dan angkutan jalan, kami dari Satlantas mengimbau kepada para siswa untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor. Karena belum memiliki SIM, pihaknya menyarankan pihak sekolah untuk membuat aturan yang tidak memfasilitasi anak-anak berkendara kendaraan bermotor.

“Kami masih sering menjumpai adik – adik pelajar yang belum 17 tahun, namun sudah membawa sepeda motor di jalan raya. Hal ini tidak boleh dibiarkan. Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan dan peduli. Sehingga anak didik terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Baca juga:  Petugas Kesehatan Imbau Empat Hal untuk Jemaah Haji

Sementara itu, terkait pencegahan aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis ini menjadi salah satu upaya dari Polres Kudus untuk mengedukasi warga masyarakat. Khususnya di kalangan pelajar untuk tidak lagi menggunakan knalpot kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Harapan kami, masyarakat khususnya adik adik pelajar di MA Mualimat Kudus ini menjadi paham terkait dampak negatif balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar teknis, sehingga kedepannya tidak lagi menggunakan knalpot jenis tersebut,” terang Iptu Alifi. (adm/fat)