Gunakan Besek Bambu sebagai Pengganti Plastik

AKTIVITAS: Sejumlah panitia saat mengemasi daging kurban menggunakan besek di Masjid Agung Jawa Tengah Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menggunakan besek sebagai pengganti plastik dalam pembagian daging kurban ke masyarakat. Hal ini dilakukan guna mendukung gerakan ramah lingkungan.

Humas MAJT, Benny Arief Hidayat mengukapkan, penggunaan wadah non-plastik itu telah dilakukan sejak MAJT pertama kali didirikan. Meski belum sepenuhnya menggunakan wadah non-plastik, Benny menyatakan MAJT terus mendukung gerakan ramah lingkungan yang diwujudkan sebagian besar memakai besek.

“Kami mendukung gerakan non-plastik untuk ramah lingkungan,” ucapnya, belum lama ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, Ahmad Fuad yang menyebut, sebagian besar masjid di Kota Semarang telah menerapkan penggunaan wadah non-plastik. Seperti halnya besek, daun jati, daun pisang hingga daun lompong.

Baca juga:  Berbaur Dengan Masyarakat Kandri, Mahasiswa KKN Posko 11 UIN Walisongo Ikuti Rutinan Fatayat

“Ini kami mendukung gerakan ramah lingkungan, plastik itu tidak ramah lingkungan karena sulit terurai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, gerakan ramah lingkungan itu merupakan dorongan dari Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Masyarakat diminta menghindari penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban.

“Kami menginformasikan edaran dari Pemerintah Kota Semarang, dari Bu Wali, yang dulunya pakai plastik sudah banyak pakai besek,” katanya. (int/adf)