BPS DIY Catatkan Penurunan Ekspor pada April 2024

TELITI: Seorang pengrajin Gerabah Kasongan sedang melakukan proses finishing di salah satu Sanggar Fifin keramik Parimin Desa Kasongan, Bantul, DIY, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat nilai ekspor selama April 2024 mencapai 34,34 juta USD, turun 20,66 persen dibandingkan dengan Maret 2024 yang mencapai 43,28 juta USD. Meskipun ada penurunan dari bulan sebelumnya, jumlah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan capaian pada April 2023 yang sebesar 31,44 juta USD.

“Penurunan terbesar dalam ekspor pada April 2024 dibandingkan Maret 2024 terjadi pada sektor pakaian jadi bukan rajutan, dengan penurunan sebesar 4,73 juta USD. Sebaliknya, kenaikan terbesar terjadi pada komoditas Minyak Atsiri dan kosmetik wangi-wangian, yang meningkat sebesar 0,85 juta USD,” ujar Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, Kamis (20/6/24).

Baca juga:  Lima Partai Nonparlemen di Bantul Berkoalisi Jelang Pilkada

Pihaknya menambahkan, pada April 2024, pakaian jadi mencapai 12,99 juta USD yang berkontribusi sebesar 37,83 persen dari total ekspor. Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dari DIY, dengan nilai 15,11 juta USD atau sekitar 44 persen dari total ekspor.

“Jepang menyusul dengan nilai ekspor sebesar 2,74 juta USD atau 7,98 persen, dan Jerman dengan nilai 2,33 juta USD atau 6,79 persen. Negara lainnya seperti Australia, Belanda, Inggris, Korea Selatan, hingga Singapura masing-masing memiliki nilai ekspor di bawah dua juta USD dengan kontribusi di bawah enam persen,” tuturnya.

Baca juga:  Libur Produktif, Kreasi Literasi Anak Digelar

Lebih lanjut, kawasan Uni Eropa menjadi destinasi ekspor terbesar dengan nilai 6,78 juta USD atau 19,74 persen, diikuti oleh kawasan Asia Tenggara dengan nilai 1,25 juta USD atau 3,64 persen. “Ekspor hasil pertanian pada April 2024 turun drastis sebesar 64,10 persen dibandingkan Maret 2024. Ekspor hasil industri pengolahan juga turun sebesar 20,26 persen. Jika dibandingkan dengan April 2023, ekspor hasil pertanian turun 22,22 persen, sementara ekspor hasil industri pengolahan justru naik 9,40 persen,” imbuhnya.

Pihaknya menyoroti peningkatan nilai impor DIY pada April 2024 yang mencapai 13,22 juta USD, naik 43,07 persen dibandingkan Maret 2024. Jika dibandingkan dengan April 2023, nilai impor meningkat sebesar 87,25 persen.

Baca juga:  Kemenag DIY: Lima Jemaah Haji Meninggal karena Komorbid & Cuaca Ekstrem

“Negara pemasok impor terbesar ke DIY adalah Tiongkok, dengan nilai 5,12 juta USD atau 38,75 persen dari total impor. Hongkong menyusul dengan nilai 2,32 juta USD atau 17,55 persen, diikuti oleh Amerika Serikat dengan nilai 2,26 juta USD atau 17,10 persen. Sementara Korea Selatan memiliki nilai impor di bawah 1 juta USD dengan kontribusi di bawah 8 persen,” pungkasnya. (suf/abd)