Dewan Siapkan Rp12 Miliar, Atasi Masalah Sampah

Ketua Komisi C DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani
Ketua Komisi C DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani. (ABID RAHMAT/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman saat ini telah memiliki dua Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Namun demikian, penanganan sampah di Bumi Sembada masih dianggap belum optimal. Oleh sebab itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman berencana menganggarkan Rp12 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Sleman, Rahayu Widi Nuryani mengungkapkan, saat ini Pemkab belum memiliki skema optimal dalam menangani permasalahan sampah. Hal itu berdampak pada penumpukan sampah yang setiap hari semakin bertambah.

“Permasalahan sampah ini menjadi masalah global di Yogyakarta. Bahkan banyak sekali aduan masyarakat terkait penumpukan sampah. Data yang kami terima, sampah di Sleman ini baru tertangani sekitar 50 hingga 60 persen, maka ini harus secepatnya diselesaikan,” terangnya saat ditemui Joglo Jogja, belum lama ini.

Baca juga:  Langkah Darurat, TPA Piyungan Kembali Difungsikan

Menurutnya, telah direncanakan akan ada penambahan pembangunan TPST di Sleman untuk menuntaskan permasalahan sampah. Penambahan TPST itu akan dilakukan di tiga wilayah, di antaranya Turi, Ambarketawang, dan Balecatur. Dengan target, sampah di Sleman dapat  tertangani dan terolah hingga 80 persen pada 2025 mendatang.

Oleh karenanya, DPRD Sleman saat ini telah memiliki kesepakatan untuk mengalokasikan anggaran perubahan yang akan digunakan khusus untuk penanganan sampah di Sleman, yakni sejumlah Rp12 miliar. Dengan rincian, Rp9 miliar akan digunakan untuk penambahan beberapa item di TPST Sendangsari Minggir dan Tamanmartani Kalasan untuk pengoptimalan pengolahan sampah.

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

“Kemudian yang Rp3 miliar lagi akan kita gunakan untuk penanganan lainnya yang berkaitan dengan pengolahan sampah. Contohnya, karena banyak keluhan warga Sendangsari terkait bau yang tidak sedap dari sampah, maka anggaran itu salah satunya untuk mengatasi hal itu,” jelasnya.

Selain penambahan item di TPST, menurutnya anggaran Rp9 miliar tersebut sebagian juga akan digunakan untuk memberikan support pada beberapa kalurahan. Di mana saat ini, kalurahan itu telah siap untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Yakni Kalurahan Triharjo, Sidoluhur, dan Pendowoharjo.

“Harapan kami, dengan memberikan support di tiga kalurahan yang sudah siap mengolah sampah secara mandiri ini, pengolahan sampah di TPST dapat berkurang dan permasalahan sampah di Sleman dapat segera teratasi,” harapnya.

Baca juga:  Pemkab Bantul Wacanakan Tambah Satu TPST Lagi

Lebih lanjut Nunung menerangkan, selain alokasi anggaran itu, DPRD Sleman juga telah memberikan dorongan kepada kalurahan untuk dapat mengatasi sampah dengan pengolahan secara mandiri. Di antaranya dengan memberikan alokasi anggaran pokok pikiran dewan (pokir) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Salah satunya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan pengolahan sampah.

”Tentunya harus ada sinergitas antara DLH dan kalurahan, agar alokasi anggaran itu dapat dimanfaatkan dengan baik, masyarakat juga paham cara pengolahan sampah. Sehingga nantinya, semua kalurahan di Sleman dapat mengolah sampah secara mandiri dan persoalan sampah terselesaikan,” pungkasnya. (riz/bid)