Hidran Kampung Mudahkan Penanganan Kebakaran Padat Penduduk

TELITI: Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pengecekan ketersediaan alat-alat di hidran box, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta akan menambah sistem jaringan hidran kering berbasis kampung di kampung Keparakan Lor. Penambahan sistem jaringan hidran kering itu menggunakan anggaran Rp 1,76 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tujuannya adalah untuk memudahkan penanganan kebakaran pemukiman padat penduduk.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Damkarmat Kota Yogyakarta, Moch Nur Faiq mengatakan, sampai saat ini proses pengadaan tersebut dalam tahap lelang pengadaan secara elektronik. “Pembangunan hidran kampung itu direncanakan dimulai awal Agustus nanti, dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender. Nantinya akan terdiri dari tiga siamese connection unit dan 23 hidran box,” ungkapnya, belum lama ini.

Lebih lanjut, siamese connection berfungsi sebagai penghubung air dari mobil pemadam kebakaran ke saluran hidran kering. Sedangkan hidran box antara lain berisi selang pemadam kebakaran dan nozzle, dengan panjang jaringan pipa hidran kampung di Keparakan Lor sekitar 1.500 meter persegi.

“Keberadaan hidran Kampung di Keparakan Lor dapat menjangkau dari Jalan Ireda sampai ke Sungai Code. Harapan kami yang di gang-gang kecil di Kampung Keparakan Lor bisa ter-cover hidran kering,” tambahnya.

Faiq menjelaskan, dalam operasional sistem jaringan hidran kampung tidak ada suplai air secara mandiri dari pompa. Melainkan, dilakukan suplai air dari armada pemadam kebakaran melalui siamese connection yang lokasinya berada di depan gang masuk kampung.

“Kalau hanya mengandalkan kendaraan pemadam yang posisinya kebakaran agak jauh dari jalan besar, kita harus menarik selang yang terlalu panjang. Jadi response time akan lebih lama. Dengan adanya hidran kampung akan lebih cepat,” terangnya.

Dijelaskan, Damkarmat Kota Yogyakarta sudah membuat 27 Detail Engineering Design (DED) hidran kampung. Sampai kini, sistem jaringan hidran kering itu sudah dibangun di 15 kampung. “Diharapkan masyarakat dapat membantu menjaga dan mengamankan sarana prasarana sistem hidran kampung,” tandasnya. (riz/abd)