Warga Keluhkan Sampah TPST Pelutan Tutup Akses Jalan

MIRIS: Pengendara tengah melintasi jalan TPST Pelutan yang dipenuhi dengan sampah, Senin (15/7/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Serayu Kelurahan Pelutan, mengundang ratusan ribu lalat dan dikeluhkan masyarakat sekitar, terutama pengguna jalan. Selain bau tak sedap, tumpukan sampah hampir menutupi seluruh badan jalan sehingga dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

Petugas sampah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Pelutan, Watno menuturkan, penumpukan itu terjadi sejak sepekan belakangan, di mana pihaknya terpaksa tidak membuka operasional tempat karena perintah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang. Selain itu, ini dampak dari penutupan TPA Pesalakan sehingga aktivitas pembuangan tidak bisa dilakukan.

“Saya kesini karena tak kira sudah ada pengangkutan, ternyata sampai sepekan belum diangkut. Pembuangan di jalan itu karena kecolongan para petugas sampah di lingkungan RT/RW buang sampah malam hari, jadi kita tidak bisa mengkondisikan akhirnya banyak tumpah di jalanan,” ucapnya, Senin (15/7/24).

Pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat, tentang penumpukan sampah tersebut, dari bau, lalu lintas terganggu, hingga ribuan lalat yang datang, dikhawatirkan akan menularkan banyak penyakit serta kecelakaan untuk pengendara yang melintas. Namun tidak bisa memberikan jalan keluar, di mana pengelolaan sampah di TPST Pelutan tidak berjalan, incenerator yang ada tidak diaktifkan membakar sampah sejak dibangun.

Sedangkan, Lurah Kebondalem, Yanuar Sulaksono menjelaskan, pihaknya telah semaksimal mungkin menjawab pertanyaan warga tentang penanganan sampah. Menurutnya, tumpukan yang meluber ke jalanan itu disebabkan oknum petugas sampah di RT/RW membuang sampah sembarangan.

Padahal seluruh warga sudah taat membuang sampah melalui petugas, namun tidak melakukan tugas mereka dengan baik. Selain itu, koordinasi rutin juga telah dilakukan dengan DLH, tapi OPD itu juga masih kebingungan membuang sampah kemana, setelah TPA Pesalakan ditutup secara permanen oleh warga.

“Kita jujur sudah komunikasi rutin dan ini merupakan kejadian ketiga. Untuk incenerator di TPST Pelutan itu infonya memang tidak difungsikan sejak pembangunan, alasannya apa kami juga kurang tahu, yang mengetahui DLH,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik tambal ban sekitar TPST Pelutan, Tasdik mengeluhkan, tumpukan sampah yang ada dan menuntut agar pemerintah terutama bupati serius menangani permasalahan sampah. “Bupati bagaimana sampah saja belum selesai ini, kapan bisa bersih wong numpuk terus. Lalatnya ratusan ribu itu, pasti berbahaya untuk kesehatan,” keluhnya.(fan/sam)