Berantas DBD, KKN Posko 41 UIN Walisongo Gelar Pemeriksaan Jentik Nyamuk di Kelurahan Pedurungan Kidul Semarang

Mahasiswa KKN Posko 41 UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan masyarakat kelurahan Pedurungan Kidul Semarang menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan Jentik Nyamuk (PJN). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG).

Selama kegiatan, tim KKN Posko 41 UIN Walisongo Semarang bersama para kader PJN kemudian menyebar untuk memeriksa rumah-rumah warga untuk mencari tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Mahasiswi KKN Posko 41, Dwi Aknani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja selama KKN di Pedurungan Kidul.

“Sebanyak 105 rumah warga dikunjungi dan diperiksa di beberapa titik rawan seperti tempat penampungan air, pot bunga, dan selokan. Kami juga mengingatkan warga untuk rutin menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan membuang barang bekas yang bisa menampung air hujan,” ungkap Aknani.

Kegiatan PJN diakhiri dengan penyampaian hasil pemeriksaan PJN oleh ketua FKK Kelurahan Pedurungan Kidul, bapak sugiyono.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kami menemukan 100% rumah yang bebas jentik nyamuk. Angka ini menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan sebelumnya. Saya harap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut dengan kerja sama semua pihak” ujar ketua FKK Pedkid.

Dengan kegiatan ini, diharapkan warga Pedurungan Kidul semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan demi mencegah DBD.

Mahasiswa KKN berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan edukasi kepada masyarakat selama masa KKN berlangsung.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN kami di Pedurungan Kidul. Selama masa KKN berlangsung berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga berharap dengan kerjasama dan partisipasi aktif dari semua pihak dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari DBD di wilayah Pedurungan Kidul.” ujar salah satu mahasiswa KKN Posko 41 UIN Walisongo Semarang. (*dzk).